Pemkot Batu Tekankan Kewaspadaan DBD, Nurochman Ingatkan Tren Kasus Masih Nyata

Pemerintah Kota Batu menegaskan bahwa pengendalian DBD tidak dapat bergantung pada intervensi pemerintah semata, melainkan membutuhkan konsistensi partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan bebas sarang nyamuk

17 Feb 2026 - 19:21
Pemkot Batu Tekankan Kewaspadaan DBD, Nurochman Ingatkan Tren Kasus Masih Nyata
Pemkot Batu saat melakukan sosialisasi PSN ke masyarakat (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP — Pemerintah daerah menegaskan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial, melainkan upaya berkelanjutan berbasis kesadaran warga.

Wali Kota Batu, Nurochman pada Selasa (17/2/2026) menegaskan bahwa masyarakat harus terus melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara kontinyu mengingat pada 2025 lalu kasus infeksi dengue di daerahnya masih mencapai 169 kasus.

"Kewaspadaan masyarakat harus terus dijaga, angka itu menjadi pengingat bahwa pengendalian tidak boleh berhenti. Pencegahan harus dilakukan dari lingkungan rumah masing-masing,” ujarnya.

Ia juga menekankan penerapan gerakan 3M Plus sebagai strategi dasar memutus rantai penularan mulai dari menguras, menutup, hingga memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut meminta keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, dari tingkat RT hingga sekolah dimaksudkan agar menguatkan koordinasi lintas sektor dan pemantauan wilayah berisiko untuk memastikan angka kasus tidak kembali meningkat.

"Pendekatan ini menunjukkan bahwa agenda kesehatan lingkungan di Kota Batu kini diarahkan pada perubahan perilaku jangka panjang. Dengan catatan kasus tahun sebelumnya yang masih signifikan, pemerintah daerah menilai partisipasi warga tetap menjadi faktor penentu keberhasilan pengendalian DBD di tingkat komunitas," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow