Program Rantas di Bondowoso Mulai Dikerjakan Februari, Target 25 Km Selesai Tahun 2026
Program Infrastruktur Jalan Tuntas (RANTAS) Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mulai memasuki tahap pelaksanaan pada Februari 2026 dengan target penanganan 25 kilometer jalan dan irigasi secara bertahap.
BONDOWOSO, SJP – Komitmen Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, untuk menuntaskan persoalan infrastruktur jalan melalui Program Infrastruktur Jalan Tuntas (Rantas) mulai menunjukkan progres nyata.
Memasuki Februari 2026, penanganan jalan dan irigasi di Bondowoso resmi memasuki tahap pelaksanaan, dengan target penanganan sepanjang 25 kilometer pada tahun anggaran ini.
Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso bersama Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) di aula dinas, pada Rabu (28/1/2026).
Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono, mengatakan, seluruh tahapan perencanaan telah berjalan dan kini berlanjut pada pelaksanaan di lapangan.
“Pada bulan Februari ini semua tahapan sudah mulai berjalan. Target penanganan sekitar 25 kilometer, yang mencakup rekonstruksi, rehabilitasi, hingga pemeliharaan rutin,” ujar Sutriono saat dikonfirmasi di Kantor BSBK Bondowoso.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menegaskan, implementasi program Rantas tidak lagi didasarkan pada batas wilayah administratif, melainkan pada tingkat kerusakan ruas jalan. Pendekatan ini bertujuan agar penanganan dilakukan secara menyeluruh dan tidak parsial.
“Prioritasnya bukan wilayah, tapi ruas yang rusak. Satu ruas harus dituntaskan dulu, baru pindah ke ruas berikutnya. Tidak boleh diecer,” tegasnya.
Menurut Sutriyono, pola kerja tersebut sejalan dengan arah kebijakan Bupati Bondowoso yang menginginkan pembangunan infrastruktur bersifat berkelanjutan dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Arahnya sudah jelas dari bupati. Sekarang tinggal bagaimana Kepala BSBK menindaklanjuti dan mengakomodasi masukan dari UPT, karena masih ada beberapa titik yang belum masuk perencanaan awal,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Sutriyono menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program Rantas agar target tetap tercapai.
“Ini bukan perencanaan satu tahun saja, tetapi bagian dari perjalanan RPJMD lima tahunan. Setiap tahun sudah ada target yang jelas dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kepala BSBK Bondowoso, Ansori, menyampaikan, pihaknya telah memulai proses pengadaan jasa konsultansi sebagai langkah awal pelaksanaan program infrastruktur tahun anggaran 2026.
“Secara garis besar, target penanganan tahun 2026 mencapai 25 kilometer, terdiri dari 20 kilometer pekerjaan reguler dan 5 kilometer pemeliharaan rutin,” ungkap Ansori.
Ia menambahkan, target tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama Komisi III DPRD Bondowoso dengan tetap mengedepankan skema kolaboratif dalam pelaksanaan pembangunan.
“Kolaborasi kami lakukan bersama masyarakat, pemerintah desa, dan kecamatan. Dengan keterbatasan fiskal, ini menjadi langkah paling realistis,” jelasnya.
Ansori juga menekankan bahwa penanganan drainase jalan dan jaringan irigasi menjadi fokus utama, karena berpengaruh besar terhadap ketahanan infrastruktur jalan.
“Tujuan akhirnya agar jalan yang dibangun lebih awet dan berkelanjutan, sesuai semangat Program Jalan Tuntas yang dicanangkan Bupati,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

