Pemkot Batu Tegaskan Aktivasi BUMD yang ‘Mati Suri’ untuk Dongkrak PAD 2026
Dengan langkah tersebut, Pemkot Batu berharap realisasi kemandirian fiskal dapat meningkat signifikan di tahun mendatang sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi daerah di tengah kebijakan efisiensi nasional.
KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menegaskan komitmennya untuk mempercepat aktivasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang selama ini dinilai “mati suri”. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat pendapatan asli daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Sabtu (25/10/2025) menegaskan bahwa revitalisasi dan aktivasi BUMD merupakan salah satu program prioritas dalam visi misi kepala daerah. Ia menyebut, langkah ini penting untuk memperkuat struktur ekonomi daerah agar tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari pusat yang tahun depan akan mengalami penurunan cukup signifikan.
“Pemkot Batu memastikan program aktivasi BUMD tetap berjalan. Kami ingin memastikan perusahaan daerah kembali produktif dan berkontribusi terhadap PAD,” ujar Heli.
Menurutnya, salah satu BUMD yang tengah digarap serius adalah PT Batu Wisata Resource (BWR). Perusahaan tersebut kini dalam tahap pematangan revitalisasi agar bisa segera beroperasi kembali.
Tak hanya itu, Pemkot juga berencana memperluas ekspansi usaha ke sektor lain, termasuk pengelolaan Pasar Induk Among Tani Batu sebagai unit bisnis baru yang diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan tambahan daerah.
“Semuanya masih berproses. Kami menunggu hasil kajian dan rancangan bisnisnya agar lebih matang dan berdampak langsung pada peningkatan PAD,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu Didik Subianto mendukung langkah Pemkot untuk menghidupkan kembali BUMD. Ia menilai, penguatan peran badan usaha daerah merupakan langkah strategis di tengah tantangan fiskal yang dihadapi Kota Batu akibat pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
“Revitalisasi BUMD harus dilakukan secara komprehensif, baik dari sisi struktur bisnis, manajemen, maupun SDM-nya. Kami berharap BUMD tidak hanya aktif secara administratif, tapi juga benar-benar menghasilkan deviden bagi daerah,” tegas Didik.
Ia juga mendorong agar Pemkot melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah dan jenis usaha yang dijalankan oleh BUMD, dengan fokus pada sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, dan jasa. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

