Anggaran Disparta Kota Batu Tahun 2026 Dipangkas Rp7,9 Miliar, Program Seni dan Event Wisata Terimbas

Selain memangkas jumlah event, strategi lain yang ditempuh adalah memaksimalkan sarana dan prasarana (sarpras) yang sudah tersedia. Kelompok seni lokal akan diberdayakan dengan peralatan yang sudah ada, sehingga tak perlu ada pengadaan baru.

25 Oct 2025 - 21:58
Anggaran Disparta Kota Batu Tahun 2026 Dipangkas Rp7,9 Miliar, Program Seni dan Event Wisata Terimbas
Event Tari Sanduk di Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu harus menghadapi tantangan efisiensi besar tahun depan. Imbas kebijakan pemerintah pusat terkait pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) membuat anggaran pariwisata dan kebudayaan di kota wisata ini ikut menyusut cukup signifikan.

Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto pada Sabtu (25/10/2025) mengungkapkan bahwa proyeksi anggaran yang diterima pihaknya tahun depan hanya mencapai Rp23,1 miliar. Jumlah itu turun sekitar Rp7,9 miliar dibandingkan tahun ini yang mencapai Rp31 miliar.

“Nominal tahun depan menjadi yang paling rendah dalam tiga tahun terakhir. Kami tentu memiliki PR besar untuk memetakan ulang alokasinya,” ujar Onny saat ditemui belum lama ini.

Berdasarkan catatan Disparta, anggaran sektor pariwisata Kota Batu memang cukup fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2024 lalu, total anggaran hanya Rp27 miliar, lalu meningkat menjadi Rp31 miliar tahun ini. Namun pada 2026, Disparta harus kembali melakukan efisiensi agar program tetap berjalan dengan dana yang lebih terbatas.

Onny menegaskan, sebagian besar anggaran Disparta selama ini digunakan untuk mendukung pelaku seni dan budaya. Termasuk penyelenggaraan event bulanan seperti pentas Padhang Bulan yang menampilkan kesenian tradisional seperti jaranan dan gumbingan.

Kebutuhan dana tak hanya mencakup dekorasi dan pelaksanaan acara, tetapi juga apresiasi bagi para pelaku seni agar mereka tetap semangat melestarikan budaya lokal. Dengan efisiensi anggaran, Disparta akan memperketat prioritas program dan menyeleksi event yang dinilai paling efektif menarik wisatawan.

“Langkah efisiensi kami lakukan secara cermat tanpa mengorbankan program unggulan. Beberapa event besar seperti Batu Art Flower Carnival, Festival Tabebuya, Parade Desa Wisata, dan Bantengan Nuswantoro dipastikan tetap menjadi prioritas. Pasalnya, kegiatan tersebut terbukti mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow