Pemkot Batu Sebut Dana Hibah PMI Belum Cair Akibat Konflik Internal
Selama ini PMI Kota Batu dikenal aktif dalam berbagai layanan kemanusiaan seperti siaga bencana, pertolongan pertama, donor darah, hingga evakuasi kecelakaan lalu lintas. Namun mereka memilih menonaktifkan kegiatan karena krisis anggaran.
KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu menyatakan bahwa terhentinya operasional PMI Kota Batu disebabkan belum cairnya dana hibah tahun anggaran 2025 akibat konflik internal di tubuh organisasi tersebut.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Selasa (5/8/2025) menjelaskan bahwa Pemkot sebenarnya telah menyiapkan anggaran hibah untuk PMI tahun ini. Namun, pencairan anggaran itu tidak bisa dilakukan karena masih ada persoalan kepengurusan yang belum tuntas.
“Karena itu (konflik internal), dana hibah belum bisa dicairkan. Kami menunggu pengesahan dari provinsi. Secara teknis, seluruh berkas pengajuan hibah sudah lengkap di Dinas Kesehatan. Namun, proses tidak bisa dilanjutkan lantaran ada penolakan dari beberapa pengurus PMI tingkat kecamatan terhadap hasil Musyawarah Kota (Muskot) sebelumnya,” ujarnya.
Heli menjelaskan, beberapa pengurus PMI tingkat kecamatan menolak hasil Muskot dan meminta dilakukan Muskot ulang. Mereka menyampaikan laporan baik ke PMI Provinsi Jawa Timur maupun ke Pemkot Batu.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa pengurus PMI Kota Batu belum definitif sehingga statusnya belum sah secara kelembagaan.
Ia menambahkan, PMI Provinsi sudah beberapa kali mencoba memediasi konflik tersebut, namun hingga saat ini belum ada keputusan final.
“PMI ini organisasi sosial kemanusiaan. Jangan sampai pelayanan kemanusiaan terganggu hanya karena ego sektoral. Kami berharap sekretariat tetap berjalan, jangan larut dalam konflik,” tegas Heli.
Atas kondisi tersebut, Pemkot Batu berharap konflik internal segera diselesaikan agar layanan PMI kembali berjalan normal. Heli juga menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi sosial seperti PMI dari tarik-menarik kepentingan pribadi.
“Jika berlarut-larut kami khawatir masyarakat Kota Batu yang selama ini mengandalkan layanan kemanusiaan mulai dari donor darah hingga ambulans terhenti. Ini akan menjadi pukulan berat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat dari PMI,” tandasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

