Pemkot Batu Pertajam Prioritas Wisata 2026, Dorong Kualitas Event dan Peran Swasta
Dengan total agenda yang lebih ramping, Dinas Pariwisata menekankan peningkatan mutu sebagai target utama dan ingin memastikan setiap event memiliki kurasi jelas, promosi terarah, dan penyelenggaraan yang profesional
KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu menggeser fokus pengembangan pariwisata pada 2026. Bukan lagi mengejar banyaknya agenda, melainkan memperkuat kualitas dan daya dorong ekonomi dari setiap event. Langkah ini tampak dari keputusan memangkas jumlah kegiatan menjadi hanya 30 event dalam Kalender Wisata 2026, separuh dari tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto pada Senin (8/12/2025) menegaskan, pengurangan ini bukan sekadar efisiensi anggaran, tetapi strategi baru untuk memastikan setiap event benar-benar memberi dampak.
"Penurunan transfer anggaran pusat dan provinsi hanya menjadi pemicu, sementara inti kebijakan ada pada penyusunan event yang lebih terukur. Kami tidak ingin agenda banyak tapi efeknya kecil. Lebih baik sedikit, tapi mampu menggerakkan ekonomi dan menarik wisatawan secara nyata,” paparnya.
Perubahan pola pengembangan ini memperlihatkan pergeseran orientasi Pemkot Batu yang kini lebih menonjolkan event-event unggulan. Agenda besar seperti Batu Festival, Festival Sego Empok, hingga Batu Street Food Festival tetap dipertahankan karena telah terbukti menciptakan trafik wisata yang kuat dan mendorong omzet UMKM.
Yang menarik, Pemkot Batu juga mulai memberi ruang lebih besar bagi event berbasis kolaborasi, khususnya dengan sektor swasta. Event internasional Panderman Gravity Park Downhill masih masuk kalender karena konsistensinya menarik peserta mancanegara.
“Kolaborasi dengan swasta justru memperkuat ekosistem. Jatim Park Group, misalnya, berkontribusi lewat serangkaian event yang konsisten menarik wisatawan,” imbuhnya.
Ia berharap strategi baru ini diharapkan menciptakan kalender wisata yang tidak hanya efisien, tetapi juga relevan dan kompetitif, terutama dalam persaingan destinasi wisata di Jawa Timur.
“Kualitas harus naik. Dampaknya harus terasa oleh masyarakat, pelaku usaha, dan pariwisata secara keseluruhan,” tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

