Pemkot Batu Dorong Pesantren Jadi Pusat Penguatan Sains dan Teknologi
Wali Kota Batu Nurochman memaparkan jika ekosistem ini berjalan konsisten, kualitas SDM Kota Batu akan meningkat signifikan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan
KOTA BATU, SJP - Kota Batu mulai mendorong pesantren berperan lebih besar dalam penguatan pendidikan umum, sains, dan teknologi. Langkah ini ditegaskan lewat Kick Off Program Pendidikan Diniyah Formal (PDF).
Wali Kota Batu Nurochman pada Senin (8/12/2025) lmenilai pesantren harus menjadi bagian dari transformasi pendidikan daerah, bukan hanya pusat kajian agama.
“Kurikulum keagamaan tetap jadi pondasi, tetapi integrasinya dengan pengetahuan umum dan teknologi adalah kebutuhan hari ini,” tegas pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.
Ia menyebut Pemkot Batu sudah menyiapkan dukungan penuh untuk peningkatan kualitas pendidikan kesetaraan di pesantren baik jenjang Wustho setara SMP/MTs maupun Ulya setara SMA/MA.
Dorongan itu bukan hanya soal kurikulum. Pemkot juga membuka akses lanjutan bagi santri melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program 1000 Sarjana kembali diproyeksikan berjalan dengan pembiayaan UKT bagi peserta yang lolos RPL, termasuk lulusan pesantren.
“Ini kabar yang harus sampai ke semua santri. Pendidikan adalah jalan paling konkret untuk memutus rantai kemiskinan. Selain itu, kesempatan afirmasi juga diperluas. Santri dengan hafalan minimal 10 juz dapat mengakses pembiayaan pendidikan melalui jalur prestasi keagamaan dalam klaster Hafiz Quran," ujarnya.
Skema ini dianggap sebagai penghargaan terhadap pencapaian religius sekaligus pintu mendorong santri melanjutkan studi tinggi. Cak Nur berharap kolaborasi pesantren dan pemerintah daerah lewat program PDF dapat membangun ekosistem pendidikan baru: berbasis agama, ditopang sains, dan dikuatkan teknologi. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

