Pemkot Batu Dorong Transparansi Retribusi Parkir, Pembinaan Jukir Difokuskan pada Integritas dan Profesionalisme

Wali Kota Batu Nurochman menguraikan penguatan sektor perparkiran dipandang sebagai bagian dari upaya bersama membangun layanan publik yang lebih bersih, tertib, dan berintegritas di Kota Batu

01 Dec 2025 - 20:48
Pemkot Batu Dorong Transparansi Retribusi Parkir, Pembinaan Jukir Difokuskan pada Integritas dan Profesionalisme
Wali Kota Batu Nurochman saat memberikan sosialisasi pada Jukir (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu mengarahkan pembinaan juru parkir (jukir) ke fokus yang lebih strategis, transparansi retribusi dan peningkatan profesionalisme layanan.

Melalui Sosialisasi Jukir se-Kota Batu yang digelar Pemkot Batu menegaskan bahwa sektor perparkiran bukan hanya urusan teknis lapangan, tetapi bagian dari ekosistem pelayanan publik yang menentukan kepercayaan masyarakat.

Wali Kota Batu, Nurochman pada Senin (1/12/2025) menekankan bahwa kualitas pengelolaan retribusi parkir tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa standar.

Ia mengingatkan bahwa pendapatan dari sektor ini menjadi salah satu penopang PAD, sehingga seluruh proses mulai dari prosedur penarikan, pencatatan, hingga pelaporan harus dilakukan secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Retribusi parkir itu kembali ke masyarakat dalam bentuk layanan. Maka, para jukir bukan sekadar petugas di lapangan, tapi garda depan yang menentukan bagaimana Kota Batu dilihat dari sisi profesionalismenya,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas jukir tidak cukup hanya pada aspek teknis seperti penataan kendaraan, tetapi juga pemahaman etika pelayanan, integritas, serta kesadaran bahwa tugas mereka berdampak langsung pada citra kota wisata.

Karena itu, Pemkot terus memperkuat komunikasi, pendampingan, dan edukasi agar seluruh jukir memahami standar yang harus dijalankan.

Saat ini tercatat 350 juru parkir yang tersebar di 125 titik resmi. Pemkot juga menyelenggarakan pelatihan juru parkir percontohan bagi 25 peserta terpilih untuk menciptakan standar layanan yang bisa direplikasi di titik-titik lain.

"Pendekatan ini diharapkan mampu menekan praktik tidak tertib di lapangan sekaligus meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan," imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut juga menegaskan pembinaan ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh jukir memahami regulasi yang berlaku.

Ia menambahkan bahwa koordinasi antara jukir, Dishub, dan unsur pemerintah lainnya harus berjalan konsisten agar sistem perparkiran semakin tertata. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow