Digitalisasi Kampung Tani Jamsaren Kediri: Transformasi Kampung Kota Menjadi Ruang Edukasi

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 44 Universitas Nusantara PGRI Kediri melakukan pemasangan papan identitas tanaman berbasis Quick Response (QR) Code pada tiap tanaman di Kampung Tani Jamsaren. Sehingga, pengunjung dapat mengakses informasi tanaman secara mandiri dan interaktif.

16 Feb 2026 - 08:31
Digitalisasi Kampung Tani Jamsaren Kediri: Transformasi Kampung Kota Menjadi Ruang Edukasi
Mahasiswa bersama Kelompok Sadar Wisata dan masyarakat melakukan penanaman bibi alpukat yang diproyeksikan memberi manfaat ekologis sekaligus potensi ekonomi jangka panjang. (Foto: Mahasiswa KKN-T Kelompok 44 UNP Kediri)

KEDIRI, SJP - Papan kecil di sela tanaman itu tampak sederhana. Namun ketika dipindai dengan ponsel, informasi tentang nama, manfaat, hingga karakter tanaman langsung muncul di layar.

Inisiasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 44 Universitas Nusantara PGRI Kediri ini mengubah Kampung Tani Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, dari sekadar ruang rekreasi menjadi tempat edukasi berbasis teknologi digital. Mahasiswa melakukan pemasangan papan identitas tanaman berbasis Quick Response (QR) Code pada tiap tanaman di Kampung Tani Jamsaren. Sehingga, pengunjung dapat mengakses informasi tanaman secara mandiri dan interaktif.

Ketua KKN-T Kelompok 44 UNP Kediri, Febry, menyebut pendekatan digital dipilih agar edukasi lingkungan lebih adaptif dengan kebiasaan masyarakat saat ini. “Dengan adanya QR Code, informasi tidak lagi bergantung pada pendamping atau pemandu, melainkan dapat diakses kapan saja oleh siapa pun,” katanya.

Gagasan tersebut berangkat dari temuan lapangan. Meski memiliki area hijau yang asri dan beragam tanaman produktif, Kampung Tani Jamsaren sebelumnya belum memiliki sistem informasi edukatif yang memadai. Potensi besar itu pun belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai ruang belajar lingkungan.

Tak hanya mengandalkan QR Code, mahasiswa juga menambah elemen pendukung: tempat sampah terpilah sebagai media edukasi pengelolaan limbah, penanaman 15 bibit alpukat dari berbagai varietas, serta pojok baca literasi ekologis. 

"Upaya ini diarahkan agar Kampung Tani berfungsi ganda. Sebagai ruang rekreasi serta pusat pembelajaran berkelanjutan," tambah Febry.

Program tersebut dijalankan bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan warga setempat. Penanaman alpukat diproyeksikan memberi manfaat ekologis sekaligus potensi ekonomi jangka panjang, sementara fasilitas edukasi diharapkan tetap dirawat setelah masa KKN berakhir.

Dengan kolaborasi warga, pemuda lokal, dan teknologi digital, Kampung Tani Jamsaren kini diposisikan sebagai contoh praktik baik pengembangan pertanian perkotaan, pengelolaan sampah mandiri, dan literasi ekologis di wilayah Kota Kediri. (**)

Penulis : Mahasiswa KKN-T Kelompok 44 UNP Kediri

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow