Pemkot Batu Bentuk Tim Kajian Pasar Among Tani, Bahas Diskon Retribusi dan Pendataan Kios

Pemkot menargetkan hasil kajian dapat menjadi pijakan kebijakan strategis yang akan dijalankan mulai 2026, demi mengembalikan pasar sebagai pusat perdagangan yang ramai dan bermanfaat bagi masyarakat.

14 Aug 2025 - 16:35
Pemkot Batu Bentuk Tim Kajian Pasar Among Tani, Bahas Diskon Retribusi dan Pendataan Kios
Pemkot Batu saat mendengarkan aspirasi pedagang Pasar Among Tani (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akan membentuk tim kajian khusus untuk mengevaluasi secara menyeluruh permasalahan yang dihadapi pedagang di Pasar Induk Among Tani.

Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan pedagang, mulai dari aturan zonasi, kerusakan fasilitas, hingga turunnya minat pembeli.

Wali Kota Batu Nurochman pada Kamis (14/8/2025) mengatakan, tim tersebut akan bekerja melakukan kajian komprehensif terhadap seluruh usulan pedagang.

Pemkot juga akan menggandeng konsultan pendamping guna memastikan rekomendasi yang dihasilkan bersifat profesional dan tepat sasaran.

“Targetnya, proses kajian selesai tahun ini sehingga rekomendasi sudah bisa dipegang. Pelaksanaannya akan dianggarkan pada 2026, dengan fokus pada prioritas mengingat keterbatasan APBD,” tegasnya.

Salah satu persoalan yang turut menjadi sorotan adalah banyak kios yang sudah dibagikan namun tidak ditempati, atau ditempati tetapi tidak digunakan untuk berjualan. Untuk itu, Pemkot menugaskan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) melakukan pendataan menyeluruh.

Pendataan meliputi kios yang aktif, tidak aktif, maupun yang kosong. Data ini akan menjadi dasar pengambilan kebijakan, termasuk kemungkinan pemberian diskon atau pengurangan retribusi bagi pedagang yang benar-benar kesulitan.

“Kalau kondisinya memang pedagang tidak mampu, kita bisa beri keringanan seperti diskon atau pengurangan tarif. Tapi datanya harus jelas,” imbuhnya.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menambahkan bahwa pembaruan data kios akan dilakukan langsung di lapangan untuk memastikan akurasi. Hasilnya akan digunakan untuk merumuskan formula kebijakan yang dapat menghidupkan kembali pasar.

“Pasar Induk Among Tani dibangun untuk menjadi sentra perdagangan terbesar di Kota Batu. Kami tidak ingin investasi pembangunan ini sia-sia,” tandas orang nomor dua di Kota Batu tersebut. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow