Pemkab Tulungagung Apresiasi Hadirnya English One, Dorong Penguatan Pendidikan Nonformal

Pendidikan nonformal dinilai memiliki peran strategis dalam melengkapi pembelajaran di sekolah serta memberikan ruang pengembangan diri yang lebih fleksibel bagi peserta didik.

13 Feb 2026 - 15:00
Pemkab Tulungagung Apresiasi Hadirnya English One, Dorong Penguatan Pendidikan Nonformal
Plt Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Sukowinarno (dua dari kanan) meninjau ruang belajar di English 1 Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung memberikan apresiasi atas kehadiran lembaga kursus bahasa Inggris, English One, di wilayah setempat. Kehadiran lembaga pendidikan nonformal ini dinilai selaras dengan program pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama bagi generasi muda.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Sukowinarno, menegaskan pentingnya penguasaan bahasa Inggris di era global. Hal tersebut disampaikan dalam acara peresmian yang berlangsung pada Jumat (13/2/2026).

“Kehadiran English One sejalan dengan kebutuhan masyarakat untuk membekali generasi muda dengan kemampuan komunikasi global, kepercayaan diri, serta daya saing internasional,” ujar Sukowinarno.

Ia menambahkan bahwa penguasaan bahasa Inggris tidak hanya sekadar keterampilan berbahasa, namun juga berperan dalam membentuk pola pikir terbuka dan kesiapan menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, Pemkab menyambut baik metode pembelajaran yang aktif, aplikatif, dan komunikatif yang diusung lembaga ini.

Lebih lanjut, Sukowinarno menjelaskan komitmen Pemkab Tulungagung dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, baik jalur formal maupun nonformal. Pendidikan nonformal dianggap strategis dalam melengkapi kurikulum sekolah serta memberikan fleksibilitas bagi pengembangan diri peserta didik.

Sementara itu, Center Director English One Kediri sekaligus English One Kediri Satellite Tulungagung, Katarina Ika, menjelaskan bahwa lembaga tersebut sebelumnya telah beroperasi di Tulungagung di bawah manajemen pihak ketiga.

“Tahun ini kami mengambil alih manajemen secara langsung untuk melayani masyarakat Tulungagung,” ungkap Ika.

Menurutnya, keputusan ekspansi ini didasari oleh tingginya minat masyarakat Tulungagung. Selama ini, banyak siswa dari wilayah tersebut yang harus menempuh perjalanan selama satu jam ke Kediri untuk mengikuti proses pembelajaran. Dengan adanya cabang baru ini, akses pendidikan diharapkan menjadi lebih mudah dijangkau.

Saat ini, English One Tulungagung menampung sekitar 150 siswa yang terbagi dalam empat ruang kelas berdasarkan kelompok usia. Satu ruang khusus disediakan bagi anak usia 3 hingga 6 tahun dengan metode pendekatan khusus.

“Usia 3 sampai 6 tahun merupakan masa keemasan (golden period) untuk mempelajari bahasa kedua. Penanganannya tentu berbeda dengan usia yang lebih dewasa,” jelas Ika.

Dalam kegiatan belajar mengajar, English One menerapkan kurikulum standar internasional Common European Framework of Reference (CEFR). Pengajar diwajibkan menggunakan metode full English tanpa menerjemahkan kata per kata ke dalam bahasa Indonesia untuk menciptakan lingkungan berbahasa yang intensif.

Ika menambahkan bahwa para pengajar telah mendapatkan pelatihan khusus berbasis kurikulum Cambridge. Meskipun tetap menggunakan buku teks, metode pembelajaran lebih ditekankan pada aktivitas interaktif agar peserta didik dapat belajar dengan menyenangkan tanpa merasa tertekan. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow