Sungai di Lereng Argopuro Meluap, Ratusan Rumah di Jember Terendam Banjir
Berdasarkan data sementara, di Desa Rowotamtu saja terdapat sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) dengan total 1.400 jiwa dari 13 Rukun Tetangga (RT) yang mengungsi di masjid setempat.
JEMBER, SJP — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jember, Jawa Timur, sejak Kamis (12/2/2026) siang hingga Jumat (13/2/2026), mengakibatkan bencana banjir.
Kondisi tersebut memicu peningkatan debit air sungai di lereng selatan Pegunungan Hyang Argopuro hingga meluap ke ruas jalan dan ratusan permukiman warga di sepanjang bantaran sungai.
Menanggapi situasi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember mengerahkan enam relawan dan tiga pengurus ke lokasi bencana.
Tim gabungan tersebut fokus melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak, terutama kelompok rentan seperti lansia, balita, dan ibu hamil, ke titik pengungsian yang lebih aman.
"Air sungai masuk ke rumah dengan cepat, sehingga saya panik dan langsung menyelamatkan diri ke masjid. Di sana masih banyak warga yang terjebak dan kesulitan keluar karena rumah mereka sudah tergenang," ujar Azizah, warga Desa Rowotamtu.
Di Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, PMI Jember menyiagakan dua armada untuk mempercepat proses evakuasi. Salah satu warga, seorang nenek berusia 85 tahun yang sedang sakit, berhasil dievakuasi dari rumahnya menggunakan ambulans menuju kediaman kerabatnya yang tidak terdampak banjir.
Kepala Desa Rowotamtu, Zaenuri, yang turun langsung dalam proses evakuasi, menjelaskan bahwa kondisi korban yang tidak mampu berjalan menyulitkan upaya penyelamatan mandiri oleh warga saat debit air meningkat. "Beruntung ada ambulans PMI, sehingga proses evakuasi dapat berjalan lancar," tuturnya.
Selain menggunakan ambulans, PMI Jember mengerahkan unit truk untuk menembus area perkampungan yang terendam. Relawan tercatat melakukan enam kali perjalanan bolak-balik untuk menjemput warga yang terjebak luapan air guna dibawa ke masjid desa yang menjadi titik kumpul utama.
Berdasarkan data sementara, di Desa Rowotamtu saja terdapat sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) dengan total 1.400 jiwa dari 13 Rukun Tetangga (RT) yang mengungsi di masjid setempat.
Sekretaris PMI Jember, Ghufron Evyan Efendy, yang memimpin langsung operasi lapangan, menyatakan bahwa prioritas malam ini adalah mobilisasi bantuan bagi warga yang terisolasi. "Kami menerjunkan dua armada dan personel untuk membantu warga Desa Rowotamtu. Mayoritas warga terjebak karena arus air yang sangat cepat masuk ke dalam rumah, sehingga mereka harus menunggu bantuan evakuasi datang," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

