Pemkab Tuban dan Bulog Berkomitmen Serap Gabah dan Beras dari Petani
Kerja sama antara Pemkab Tuban dan Bulog bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani
TUBAN, SJP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani melalui bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) guna menyerap gabah dan beras dari petani.
Seiring tujuan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban menggelar sosialisasi penyerapan gabah dan beras dari petani oleh Bulog di Aula Dewi Sri, Jumat (31/1/2025).
Sosialisasi itu dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tuban, Endro Budi Sulistyo diikuti pimpinan Kantor Cabang (Kancab) Perum Bulog Bojonegoro, perwakilan petani dan penyuluh pertanian.
Kepala DKP2P Kabupaten Tuban, Eko Julianto menjelaskan, kebijakan tersebut sebagai tindak lanjut instruksi Menteri Pertanian, agar menyerap sebanyak mungkin gabah dan beras milik petani. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menekan impor beras dari luar negeri.
Eko Julianto menjelaskan, forum ini menjadi wahana untuk membuat kesepakatan bersama untuk meningkatkan nilai tambah petani. Sekaligus mencari cara untuk menggugah gairah generasi muda untuk bertani.
Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, jumlah petani di kabupaten Tuban mengalami penurunan hingga 13 persen. Kondisi tersebut disebabkan oleh citra yang melekat pada profesi petani yang cenderung rugi.
"Harapannya, langkah yang akan diambil dapat meningkatkan kesejahteraan profesi petani. Sehingga banyak anak muda antusias untuk bertani,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tuban, Endro Budi Sulistyo menuturkan, pemerintah pusat menargetkan agar dapat menyerap beras dari petani hingga 3 juta ton.
Karena itu, petani di Kabupaten Tuban diharapkan mendukung program pemerintah dengan menjual gabahnya ke Perum Bulog.
“Dengan menjual hasil pertanian ke Bulog, petani akan mendapat harga yang lebih tinggi dibandingkan saat dijual ke tengkulak,” terangnya.
Lebih lanjut, Bulog bersama DKP2P Tuban akan melakukan pemetaan wilayah pertanian. Nantinya, setiap kecamatan akan mendapat target jumlah gabah yang akan diserap.
Tidak hanya itu, guna menjamin kualitas, Bulog diharapkan mengedukasi petani mengenai standardisasi hasil pertanian yang bisa diterima Bulog. Juga ditetapkan harga beli yang bisa menguntungkan petani.
Endro Sulistyo menjelaskan, Pemkab Tuban berupaya menjaga ketahanan pangan. Upaya itu diwujudkan dengan perluasan area tanam, pengembangan inovasi alsintan, dan peningkatan kesejahteraan petani.
Di kesempatan yang sama, Pimpinan Kancab Bulog Bojonegoro, Ferdinan Dharma Atmaja meminta petani menjaga kualitas pertaniannya. Hasil pertanian dapat dijual ke Bulog melalui SPP di Bojonegoro atau melalui mitra Bulog yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Perum Bulog akan membeli gabah kering panen dengan harga minimal 6.500 rupiah per kilo,” jelasnya.
Ferdinan mendorong gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk bermitra dengan Perum Bulog. Ia berpesan, agar gapoktan yang hadir dapat menyebarluaskan informasi yang didapat ke petani di wilayah masing-masing.
“Dengan demikian, target tiga juta ton beras yang harus diserap dari petani dapat tercapai dan ketahanan pangan dapat terwujud,” tutupnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

