Gubernur Khofifah Gelar Tradisi Megengan di Pasar Tambahrejo Surabaya

Megengan merupakan tradisi masyarakat Jawa guna menyambut Ramadan yang identik dengan pembagian makanan, khususnya kue apem.

16 Feb 2026 - 12:30
Gubernur Khofifah Gelar Tradisi Megengan di Pasar Tambahrejo Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memborong kue apem dan bahan pokok saat megengan di Pasar Tambahrejo Surabaya, Senin (16/2/2026). Foto: https:/share.google/G02w1gSxacfgqG7Di

SURABAYA, SJP — Suasana menyambut bulan suci Ramadan mewarnai Pasar Tradisional Tambahrejo, Surabaya, pada Senin (16/2/2026). Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melaksanakan tradisi megengan dengan memborong dagangan pedagang serta membagikan kue apem kepada warga setempat.

Megengan merupakan tradisi masyarakat Jawa guna menyambut Ramadan yang identik dengan pembagian makanan, khususnya kue apem. Secara filosofis, nama apem diyakini berasal dari kata dalam bahasa Arab, afwan, yang berarti permohonan maaf. Hal ini menjadi simbol saling memaafkan sebelum menjalankan ibadah puasa.

Dalam kunjungannya tersebut, Khofifah membeli sejumlah komoditas seperti beras, telur, gula, serta aneka jajanan pasar, termasuk kue apem. Bahan pokok dan penganan tersebut kemudian dibagikan kepada para pedagang dan pengunjung pasar, sementara sebagian lainnya dibawa untuk keperluan pribadi.

Salah satu penjual kue apem, Roya, mengungkapkan apresiasinya atas kedatangan Gubernur. Ia menyebutkan bahwa sebanyak 100 biji kue apem miliknya diborong dengan total nilai Rp250.000.

"Ibu Gubernur membeli 100 biji kue apem seharga Rp250.000. Beliau juga memborong dagangan pedagang apem dan jajanan lainnya untuk dibagikan dalam rangka tradisi megengan," ujar Roya, Senin (16/2/2026).

Di sisi lain, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa agenda utama kunjungannya ke Pasar Tambahrejo adalah untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pokok. Namun, karena momentum tersebut berdekatan dengan Ramadan, ia sekaligus melestarikan tradisi megengan.

"Karena tradisi megengan biasanya identik dengan kue apem, maka kami membeli dalam jumlah cukup banyak untuk dibagikan," kata Khofifah.

Kehadiran orang nomor satu di Jawa Timur ini disambut antusias oleh para pedagang dan warga yang memadati area pasar tradisional tersebut. (**) 

Sumber: Beritasatu.mom

Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow