Pemkab Mojokerto Optimistis Sekolah Rakyat Bisa Dimulai Tahun Ini
Gedung Sekolah Rakyat itu rencananya akan dibangun di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
MOJOKERTO, SJP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto Muhammad Albarra optimistis Sekolah Rakyat di Bumi Majapahit bisa dimulai tahun ajaran 2025-2026 ini.
Berbagai kesiapan telah dilakukan. Seperti usulan dua lokasi sementara di Kabupaten Mojokerto untuk Sekolah Rakyat. Yakni di wilayah Kecamatan Sooko dan Kecamatan Gedeg.
Pemkab Mojokerto mengajukan dua lokasi itu sebagai tempat Sekolah Rakyat. Pertama, yakni Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pesanggrahan, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Mojopahit, Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto. Lokasinya di Jalan Raya Brangkal Nomor 862, Kecamatan Sooko.
Lokasi kedua yakni gedung diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia yang berlokasi di Jalan Raya Terusan, Gedeg, Nomor 119, Mojokerto.
Di samping itu, Pemkab Mojokerto juga telah menyediakan lahan yang nantinya akan dibangun gedung Sekolah Rakyat permanen.
Gedung itu rencananya akan dibangun di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
"Untuk lahan yang siap ada 3,5 hektare. Berikutnya kami maksimalkan menjadi 6 hektare insyaallah kita siapkan, di Dawarblandong," kata politisi muda yang karib disapa Gus Barra ini usai mendampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyurvei lokasi Sekolah Rakyat di Kecamatan Sooko, Ahad (13/4/2025).
Pada tahun ajaran baru 2025 ini, akan dimulai dari jenjang SMP terlebih dahulu. Setelah bangunan jadi, akan disusul di semua jenjang. Mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto Tri Raharjo menambahkan, pihaknya berkomitmen mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam implementasi Sekolah Rakyat.
"Lahan, pemkab yang siapkan. Namun hasilnya nanti menunggu pusat, ," ujarnya.
Pihaknya juga telah melakukan pendataan yang telah teri-nput di Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Berdasarkan data itu, di Kabupaten Mojokerto ada sasaran siswa usia 7 hingga 16 tahun yang bisa menjadi siswa Sekolah Rakayt.
"Ada 46.481 orang mulai usia 7 hingga 16 tahun," tandasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

