Sekolah Lapangan Peternakan Terintegrasi Resmi Dibuka Bupati Pasuruan, Ini Kata Mas Rusdi

Program ini bekerja sama dengan Fakultas Peternak Universitas Brawijaya akan dilaksanakan selama tiga bulan dan tersebar di 12 titik lokasi di Kabupaten Pasuruan, mencakup tujuh komoditas peternakan: sapi perah, sapi potong, kambing, domba, ayam petelur, ayam pedaging, dan itik pedaging. Pelaksanaan sekolah lapang dilakukan dengan pendekatan teori dan praktik langsung di lapangan.

23 Jun 2025 - 14:40
Sekolah Lapangan Peternakan Terintegrasi Resmi Dibuka Bupati Pasuruan, Ini Kata Mas Rusdi
Bupati Pasuruan membuka sekolah lapangan peternakan terintegrasi (foto isbi/sjp)

PASURUAN, SJP—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan resmi membuka Sekolah Lapang Peternakan Terintegrasi sebagai bagian dari program Diktisaintek Berdampak. Acara ini dibuka secara langsung oleh Bupati Pasuruan, HM. Rusdi Sutejo, pada Senin (23/5/2025).

Program ini bekerja sama dengan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan akan dilaksanakan selama tiga bulan dan tersebar di 12 titik lokasi di Kabupaten Pasuruan.

Program ini mencakup 7 komoditas peternakan: sapi perah, sapi potong, kambing, domba, ayam petelur, ayam pedaging, dan itik pedaging. Pelaksanaan sekolah lapang dilakukan dengan pendekatan teori dan praktik langsung di lapangan.

Di Kecamatan Grati, pelatihan dilaksanakan untuk komoditas sapi perah dan kambing. Kecamatan Kraton menjadi lokasi pelatihan domba. Sementara Kecamatan Wonorejo difokuskan untuk itik pedaging.

Kecamatan Rembang mengangkat dua komoditas sekaligus, yaitu ayam petelur dan ayam pedaging. Pelatihan ayam petelur lainnya juga dilakukan di Kecamatan Bangil.

"Untuk sapi potong, kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Purwodadi dan Beji. Pelatihan domba juga berlangsung di Kecamatan Purwosari, dan pelatihan kambing dilaksanakan di Kecamatan Prigen," kata Bupati Pasuruan, H. Rusdi Sutejo.

Menurut Mas Rusdi, kegiatan ini didampingi oleh tim dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya serta Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, dibagi dalam tiga tim pelaksana.  

"Bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam memberdayakan peternak lokal secara berkelanjutan" lanjutnya.

Mas Rusdi menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk edukasi, namun juga sebagai bentuk pengabdian kampus kepada masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pertanian berbasis peternakan di daerah.

"Di dalam area akan dikembangkan fasilitas yang mendukung kegiatan peternakan dan edukasi. Termasuk sekolah lapang yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran bagi peternak penerapan teknik," jelasnya. (***)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow