Pemkab Jombang Tambal Jembatan Ambrol Pakai Gedek Bambu

Pemasangan material bambu tersebut memungkinkan akses darurat bagi kendaraan roda dua mulai dibuka pada Jumat (20/2/2026).

21 Feb 2026 - 14:30
Pemkab Jombang Tambal Jembatan Ambrol Pakai Gedek Bambu
Tampak gedek bambu disusun menutupi lokasi konstruksi jembatan ambrol sebagai langkah darurat membuka akses jalan. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melakukan penanganan darurat terhadap jembatan rusak yang menghubungkan dua dusun di Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno. Penanganan dilakukan dengan memasang anyaman bambu (gedek) untuk menutup bagian jembatan yang ambrol.

Pemasangan material bambu tersebut memungkinkan akses darurat bagi kendaraan roda dua mulai dibuka pada Jumat (20/2/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, mengonfirmasi bahwa penanganan sementara menggunakan bambu sebagai penahan dan gedek sebagai alas jembatan pada sisi yang rusak.

"Untuk sementara khusus roda dua. Pembangunan permanen masih menunggu ketersediaan anggaran," ujar Bustomi melalui pesan singkat, Sabtu (21/2/2026).

Saat ini, kendaraan roda empat dan kendaraan berat dilarang melintas karena konstruksi darurat dinilai belum mampu menahan beban besar. Bustomi mengimbau pengendara roda dua untuk tetap waspada saat melintasi jalur tersebut.

"Karena ini sifatnya darurat dengan material gedek bambu, tentu pengendara harus ekstra hati-hati. Kurangi kecepatan, jangan berboncengan lebih dari kapasitas, dan bergantian saat melintas agar beban tidak bertumpu dalam satu waktu," katanya.

Dinas PUPR akan melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi jembatan, terutama saat intensitas hujan tinggi yang berisiko menggerus penahan bambu.

Jembatan yang dibangun pada tahun 1950-an ini merupakan jalur penghubung antara Desa Latsari di Kecamatan Mojowarno dengan Desa Tebel di Kecamatan Bareng. Meski kendaraan roda empat masih harus memutar, pembukaan jalur darurat ini mulai membantu mobilitas warga Dusun Kempreng dan Dusun Guwo.

Pemkab Jombang menyatakan akan mengkaji rencana perbaikan permanen guna mengantisipasi kerusakan berulang, mengingat faktor usia bangunan dan risiko penggerusan air pada musim hujan. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow