Pembunuhan Lansia di Jombang Seret Seorang Rentenir

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra, membenarkan peristiwa ini. Berdasarkan hasil autopsi, korban meninggal dunia akibat luka benturan benda tumpul di kepala.

04 Nov 2025 - 17:13
Pembunuhan Lansia di Jombang Seret Seorang Rentenir
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Ist/SJP).

JOMBANG, SJP – Seorang wanita lanjut usia (lansia) asal Kabupaten Jombang, Mutmainah (74), ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kawasan hutan Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Diduga kuat, pelaku pembunuhan adalah seorang rentenir.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra, membenarkan peristiwa ini. Berdasarkan hasil autopsi, korban meninggal dunia akibat luka benturan benda tumpul di kepala.

“Benar, hasil autopsi menunjukkan adanya benturan benda tumpul di kepala yang mengakibatkan kematian. Saat ini kami masih melakukan proses penyidikan,” ujar Margono, Selasa (4/11/2025).

Kasus ini berawal dari laporan keluarga korban yang hilang ke Polsek Tembelang pada Senin pagi. Awalnya, kasus diduga sebagai pencurian dengan pemberatan, tetapi bukti autopsi mengarah pada dugaan pembunuhan.

Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga dibunuh di rumahnya sendiri di Dusun Medeleg, Desa Tampingmojo. Pelaku kemudian membawa jasad korban menggunakan mobil milik korban menuju hutan di Lamongan untuk dibuang dan dibakar. Aksi pembakaran diduga dilakukan untuk menghilangkan jejak.

“Korban mengalami pendarahan di kepala sebelum meninggal dunia. Setelah korban meninggal, pelaku membawa jasad ke lokasi pembuangan,” jelas Margono.

Polisi telah mengamankan satu tersangka berinisial S (46), yang berprofesi sebagai rentenir atau pelaku usaha simpan pinjam. Saat ini, S masih menjalani pemeriksaan intensif.

Selain mobil, sejumlah perhiasan emas dan uang tunai milik korban juga dilaporkan hilang. Pelaku diketahui sempat memarkir mobil korban di rumah orang tidak dikenal di Kecamatan Jogoroto sebelum meninggalkan lokasi.

Polisi memastikan identitas korban setelah mencocokkan ciri-ciri fisik, seperti rambut dan gigi palsu, dengan keterangan anak korban.

Mengenai informasi dari warga yang menyebut korban dikenal sebagai orang pintar atau dukun, polisi menyatakan hal tersebut masih dikaji lebih lanjut dan belum dapat dipastikan kebenarannya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow