Persiapan TKA Hanya 1,5 Bulan, Sekolah di Gresik Terpaksa Lakukan Pengadaan Komputer Kilat
Tahun ini SMK PGRI 1 Gresik melaksanakan TKA sebanyak 678 siswa dengan dua gelombang dimulai tanggal 3—4 November dan 5—6 November 2025. Masing-masing tanggal pelaksanaan TKA tersebut akan dilaksanakan dengan dua sesi.
GRESIK, SJP — Sekolah di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, harus melakukan pengadaan mendadak unit komputer untuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).
Tak tanggung-tanggung, pengadaan komputer tersebut mencapai puluhan unit sperti pelaksanaan TKA yang berlangsung di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 1 Gresik.
Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto, mengatakan mendadaknya TKA itu dinilai cepat dalam hitungan waktu 1,5 bulan untuk sekolah mempersiapkan para siswa.
"Saya kira tidak hanya kami, sekolah-sekolah yang lain SMK maupun SMA juga belum menyiapkan anggaran untuk itu untuk, karena tidak masuk ke RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah)," kata Arief, Selasa (4/11/2025).
Arief menjelaskan, SMK PGRI hanya memiliki lima laboratorium komputer, di mana masing-masing ada 25 unit komputer. Sedangkan penyelenggaraan TKA ini memerlukan sebanyak sembilan ruangan, sehingga masih kekurangan empat ruangan.
Ia menyebut, sudah akan memaksimalkan jumlah ruangan yang ada. Tetapi untuk kesiapan sraana, pihak sekolah harus melakukan pengadaan komputer sebanyak 20 dikali empat ruang.
"Tentu akan mempengaruhi ketersediaan anggaran," jelasnya.
Menurut dia, sebagai sekolah yang memiliki cukup dana cadangan bisa untuk menyelenggarakan TKA tahun ini dengan baik. Dengan waktu sesingkat-singkatnya, ia juga melakukan upgrade penguatan jaringan wifi agar pelaksanaan TKA berjalan maksimal.
"Agar pelaksanaan tidak terganggu, kami meminta Telkom untuk menaikkan grade dan semua memerlukan cost. Mudah-mudahan sekolah lain juga bisa mengatasi," tambahnya.
Arief menegaskan, tahun ini SMK PGRI 1 Gresik melaksanakan TKA sebanyak 678 siswa dengan dua gelombang dimulai tanggal 3—4 November dan 5—6 November 2025. Masing-masing tanggal pelaksanaan TKA tersebut akan dilaksanakan dengan dua sesi.
Meski Pemerintah tidak mewajibkan keikutsertaan TKA ini, namun pihak sekolah khawatir akan berpengaruh terhadap persyaratan kerja saat siswa sudah lulus.
"Itu kesiapan terhadap sarana, belum juga secara prasarana harus memacu pengajaran yang belum waktunya diajarkan, tetapi muncul di TKA. Alhamdulillah pelaksanaan sembilan ruangan lancar dengan pengawasan dari pihak sekolah lain," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

