Pembuang Limbah B3 di Mojokerto Diburu Polisi
Penetapan jenis limbah secara akurat dan pengungkapan pihak yang bertanggung jawab menjadi kunci utama dalam memastikan penegakan hukum dan pencegahan terulang kasus pencemaran serius di wilayah Kabupaten Mojokerto.
MOJOKERTO, SJP – Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto, Jawa Timur, tengah memburu dalang di balik aksi pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ilegal di dua lokasi berbeda, yakni Desa Bangun, Kecamatan Pungging, dan Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan.
Kasus pembuangan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan publik ini menjadi sorotan tajam.
Berdasarkan temuan di lapangan, dua lokasi tersebut menampung jenis limbah B3 yang berbeda. Limbah yang dibuang di area Desa Bangun teridentifikasi sebagai limbah abu aluminium, sebuah residu industri yang memerlukan penanganan khusus.
Sementara, limbah B3 yang ditemukan di area Kavling Perumahan Desa Jambuwok, diduga merupakan jenis slug atau bubur kertas.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, membenarkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti temuan ini dengan melakukan penyelidikan intensif.
"Sudah, setelah mendapat informasi tersebut kita langsung tindak lanjuti," tegas Aldhino, Ahad (16/11/2025) kemarin.
Fokus utama penyelidikan adalah mengungkap asal muasal limbah B3 tersebut serta memburu penanggung jawab atau pemilik limbah yang telah melanggar ketentuan pengelolaan B3.
Tindakan ini merupakan langkah awal untuk menjerat pelaku yang berpotensi dijerat pidana lingkungan.
"Ini masih kita dalami asal limbah dan penanggung jawabnya," imbuhnya.
AKP Aldhino juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih mendalami kaitan antara limbah di dua lokasi tersebut.
"Kita masih dalami dan menjalin koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga," terangnya.
Secara terpisah, Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil sampel limbah dari kedua lokasi untuk dilakukan uji laboratorium.
Hasil uji lab ini krusial untuk memastikan klasifikasi dan kandungan B3, meskipun secara fisik kedua limbah tampak berbeda.
"Kalau secara fisik beda. Kami menunggu hasil uji laboratorium," pungkas Rachmat. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

