Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kota Probolinggo Dipantau Langsung Kemenko Pangan

Dalam kunjungannya ke Kota Probolinggo, Asdep Mochamad Saleh menekankan bahwa koperasi bukan hanya lembaga ekonomi biasa, melainkan juga merupakan simpul distribusi strategis.

28 May 2025 - 10:29
Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kota Probolinggo Dipantau Langsung Kemenko Pangan
Pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Probolinggo yang dihadiri perwakilan Kemenko Pangan RI dan Kemenkum Jatim. (Foto: Rahmad/SJP)

KOTA PROBOLINGGO, SJP—Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) kini berkembang pesat di berbagai daerah. Termasuk di Kota Probolinggo. Dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat, KKMP akan didirikan di 29 kelurahan di Kota Probolinggo.

Pembentukan Koperasi Merah Putih secara resmi mulai dilakukan pada Selasa, 27 Mei 2025, di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. 

Acara pendirian koperasi tersebut dihadiri oleh Asisten Deputi Sistem Distribusi Pangan Kemenko Pangan RI, Mochamad Saleh Nugrahadi; Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Jatim, R. Fadjar Widjanarko; dan Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin. 

Mochamad Saleh mengapresiasi langkah cepat dan konkret yang diambil oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo dalam mendirikan koperasi-koperasi kelurahan. 

"Ini bentuk upaya konkret Kota Probolinggo dalam membentuk koperasi. Pembentukan koperasi ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, tetapi juga menjadi pilar distribusi pangan nasional yang kuat dan mandiri," ujarnya.

Mochamad Saleh menekankan bahwa koperasi bukan hanya lembaga ekonomi biasa, melainkan juga merupakan simpul distribusi strategis. Dia memuji Kota Probolinggo sebagai contoh praktik baik yang layak dijadikan percontohan nasional. 

Selama acara tersebut, dua akta pendirian KKMP ditandatangani. Yakni KKMP Kelurahan Ketapang yang merupakan transformasi dari Koperasi Wanita Bromo, dan KKMP Kelurahan Pilang. 

Kedua akta tersebut akan segera didaftarkan melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) oleh Notaris Diah Istiqomatul Husnia.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyatakan kebanggaannya atas perkembangan koperasi di wilayahnya. 

"Salah satu keberhasilan yang mencolok adalah transformasi Koperasi Wanita Bromo menjadi KKMP, yang berhasil mencapai omzet sebesar Rp1 miliar bahkan sebelum resmi berubah bentuk," ucapnya.

Aminuddin juga mengapresiasi kolaborasi dan asistensi yang diberikan oleh Kemenko Perekonomian serta Ditjen AHU dalam mempercepat pembentukan koperasi-koperasi kelurahan.

Pemkot Probolinggo juga telah menerapkan kebijakan yang mewajibkan setiap gerai dan supermarket lokal untuk menyediakan minimal 50 produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi warga. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow