Angka Stunting di Kota Mojokerto Capai 1,54 Persen, Pemkot Gencarkan Pelatihan dan Pendampingan Keluarga
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan komitmennya untuk menekan angka ini hingga mencapai target nol kasus atau zero stunting.
KOTA MOJOKERTO, SJP – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus mengintensifkan upaya penanganan dan pencegahan stunting di wilayahnya. Berdasarkan data terbaru, angka prevalensi stunting pada balita di Kota Mojokerto saat ini masih tercatat sebesar 1,54 persen dari total populasi balita.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan komitmennya untuk menekan angka ini hingga mencapai target nol kasus atau zero stunting.
Langkah konkret terbaru yang dilakukan adalah melalui pelatihan dan pendampingan keluarga balita stunting yang dilaksanakan di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, pada hari Selasa (7/10/2025).
Berdasarkan data Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), saat ini masih tercatat 1,54 persen balita yang mengalami stunting.
Wali Kota yang karib disapa Ning Ita ini menyoroti peran sentral keluarga sebagai benteng utama dalam menjamin tumbuh kembang optimal anak.
"Tujuan kita sama, bagaimana angka stunting di Kota Mojokerto bisa ditekan hingga nol atau zero," ujar Ning Ita.
Kegiatan pelatihan tersebut tidak hanya memberikan edukasi gizi dan makanan tambahan, tetapi juga membuka ruang dialog langsung antara keluarga balita stunting dan wasting dengan wali kota serta jajaran Dinas Kesehatan Kota Mojokerto.
Ning Ita menekankan bahwa penanganan masalah ini tidak dapat hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan.
"Upaya ini tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk peran organisasi wanita dan masyarakat," jelas dia.
Melalui gerakan bersama ini, pemkot berharap para balita dapat tumbuh sehat, sehingga Kota Mojokerto mampu menyiapkan generasi unggul yang akan melanjutkan pembangunan di masa depan.
Pelatihan ini diharapkan dapat mencetak lebih banyak keluarga yang siap bertindak sebagai agen perubahan di lingkungannya. Hal ini bertujuan agar angka stunting dapat terus ditekan, yang pada akhirnya akan melahirkan generasi Kota Mojokerto yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Mengakhiri kegiatan, Wali Kota Ika Puspitasari memberikan pesan khusus kepada para ibu.
"Saya berpesan kepada para ibu agar lebih sabar dan tulus dalam merawat buah hati, karena anak adalah titipan Allah. Cinta kasih ibu merupakan faktor penting, selain gizi, yang akan menentukan keberhasilan tumbuh kembang anak," pungkasnya. (**)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

