Live TikTok saat Operasi Caesar, Dua Nakes di Jombang Dipecat tidak Hormat
Dua tenaga kesehatan di RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, Jombang, dipecat setelah melakukan siaran langsung TikTok di ruang operasi saat proses persalinan berlangsung. Aksi tersebut dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap etika profesi.
JOMBANG, SJP—Aksi dua tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Umum (RSU) PKU Muhammadiyah Mojoagung, Jombang, menjadi sorotan setelah menayangkan siaran langsung melalui aplikasi TikTok saat sedang berada di ruang operasi.
Perilaku tersebut menuai kecaman dari publik dan dianggap sebagai pelanggaran berat oleh pihak rumah sakit. Video siaran langsung ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @inijawatimur tiga hari lalu.
Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mengenakan pakaian lengkap operasi. Termasuk penutup kepala dan masker berwarna hijau. Pria itu sedang melakukan live sambil membaca komentar dari warganet. Di latar belakangnya, tampak samar proses operasi caesar yang sedang berlangsung.
"Mas rizal lagi kerja itu di belakang guys, urung mari guys," ucap pria tersebut dalam siaran langsungnya. Dia juga menjelaskan kondisi proses operasi yang sedang terjadi, "Operasi caesar," lanjutnya.
"Sudah keluar bayinya guys, tinggal jahit, cowok anake," tambahnya sambil terus berinteraksi dengan penonton live.
Nakes tersebut mengungkapkan bahwa rekan di belakangnya tengah melakukan operasi persalinan. Lokasi siaran langsung diduga berada di dalam ruang operasi yang semestinya merupakan area steril dan tertutup demi menjaga keselamatan serta privasi pasien.
Direktur RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, dr. Dwi Rizki Wulandari menyatakan, kedua nakes berinisial K dan R adalah pegawai rumah sakit tersebut.
Manajemen rumah sakit menilai aksi mereka sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap etika profesi nakes. Sebagai sanksi, rumah sakit memutuskan untuk memberhentikan keduanya secara tidak hormat terhitung mulai hari ini.
Pihak rumah sakit juga menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme di era digital yang serba cepat dan terbuka.
“Kami mengimbau semua tenaga medis untuk lebih bijak bermedia sosial. Kepercayaan pasien adalah hal yang sangat berharga dan harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujar dr. Dwi Rizki.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi para nakes agar tidak melanggar batas-batas profesionalisme. Terutama ketika sedang menjalankan tugas yang menyangkut keselamatan dan martabat pasien.
Di balik layar ponsel yang menghubungkan ke dunia luar, terdapat tanggung jawab besar yang tidak boleh diabaikan. (**)
Sumber: dari berbagai sumber
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

