Pembangunan 3 TPS3R di Kota Batu Terkendala Lahan

Dengan skema pembangunan bertahap dan dorongan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tetap berjalan, Pemkot Batu menegaskan komitmennya bahwa pemerataan fasilitas TPS3R akan diselesaikan satu per satu. Tantangan kesiapan lahan di tiga wilayah bukan alasan untuk menunda upaya, melainkan langkah memastikan pembangunan benar-benar efektif, sesuai kebutuhan, dan berkelanjutan. Pemkot menargetkan seluruh desa dan kelurahan di Kota Batu dapat mandiri dalam mengolah sampah, sehingga pengurangan beban TPA dan manfaat ekonomi bagi warga bisa tercapai secara nyata.

07 Nov 2025 - 20:44
Pembangunan 3 TPS3R di Kota Batu Terkendala Lahan
Penanganan sampah di kawasan TPS3R (dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Upaya pemerataan pengelolaan sampah di tingkat desa di Kota Batu masih menghadapi hambatan. Dari total 24 desa dan kelurahan, masih terdapat tiga wilayah yang belum siap menyediakan lahan bagi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Ketiganya adalah Desa Torongrejo, Desa Bumiaji, dan Kelurahan Ngaglik.

Wali Kota Batu, Nurochman pada Jumat (7/11/2025) menegaskan, pemerintah tidak ingin proyek ini terhambat hanya karena pemaksaan lokasi yang tidak tepat. Persiapan lahan sepenuhnya ditunggu dari pemerintah desa maupun kelurahan terlebih dulu.

“Pembangunan TPS3R itu bukan sekadar membangun fisik. Lokasi harus memenuhi akses jalan, aman dari potensi konflik lahan, dan yang paling penting punya dukungan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Ia menyebut, Pemkot sudah menyiapkan skema anggaran dan siap mengalokasikan pada tahun berikutnya bila lahan telah final dan bebas masalah. Namun tanpa kesiapan itu, proyek tidak bisa dipaksakan karena berpotensi mangkrak dan tidak dimanfaatkan optimal.

Saat ini, hanya Desa Pesanggrahan yang tengah dalam proses pembangunan dan ditargetkan beroperasi tahun depan. Sementara tiga titik lain masih pada tahap koordinasi teknis antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pemerintah desa-kelurahan.

“Begitu lahannya siap, langsung kami masukkan dalam perencanaan anggaran. Kami bergerak bertahap, tapi pasti,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemkot Batu tetap menjalankan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sembari menunggu pembangunan TPS3R di tiga wilayah tersebut. Dukungan seperti penguatan bank sampah dan penyediaan komposter terus diperluas agar sampah tetap terkelola di tingkat lingkungan.

Nurochman menegaskan, kendala teknis seperti topografi wilayah berbukit dan padat penduduk tidak boleh menjadi alasan berhenti. Pemerintah sedang menyelesaikan roadmap rinci agar sistem pengelolaan sampah semakin merata dan berkelanjutan.

“Target kami jelas. Semua desa dan kelurahan harus mandiri mengelola sampahnya sendiri. Dengan begitu, volume sampah ke TPA berkurang, sementara nilai ekonominya bisa dirasakan langsung oleh warga,” pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow