Lima Program Budaya Kota Batu Diminta Jadi Atensi Pemerintah Pusat
Lima program itu dirangkai sebagai strategi besar menyatukan budaya dengan sektor pariwisata. Pemerintah ingin memastikan Kota Batu tidak hanya menawarkan keindahan alam dan kuliner, tetapi juga nilai sejarah yang membangun karakter masyarakatnya.
KOTA BATU, SJP - Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya menjaga akar budaya dan jati diri daerah di tengah pesatnya perkembangan pariwisata. Langkah itu ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto bahwa pihaknya sempat mengusung lima program kebudayaan yang dibawa ke pemerintah pusat agar dapat menjadi perhatian publik.
Orang nomor dua di Kota Batu itu menegaskan pada Jumat (11/7/2025), bahwa ia bersama Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto ditemui langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat berada di pemerintah pusat.
"Kemajuan pariwisata harus berjalan seiring dengan penguatan karakter budaya masyarakatnya. Sehingga budaya adalah ruh dan jati diri masyarakat Kota Batu. Kami ingin kemajuan pariwisata sejalan dengan penguatan karakter budaya lokal,” tegasnya.
Dalam pemaparan program, Pemkot Batu meminta perhatian untuk memulangkan Prasasti Sangguran yang kini masih berada di kediaman keluarga Lord Minto di Skotlandia. Artefak bersejarah dari era Mataram Kuno itu dinilai sangat penting bagi generasi muda untuk memahami jejak peradaban awal di wilayah Batu.
Selain itu, Pemkot Batu juga mendorong agar kawasan Songgoriti ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional, mengingat nilai historisnya yang telah dikenal sejak masa Majapahit. Respons positif dari Menteri Kebudayaan menjadi sinyal kuat percepatan penetapan kawasan tersebut.
"Program berikutnya adalah pelestarian Candi Pendem yang merupakan salah satu situs bersejarah penting wilayah Batu. Bahkan Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI telah menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti langkah pelestariannya," imbuhnya.
Pemkot Batu juga mengajukan pembangunan Art Center sebagai pusat kegiatan seni dan budaya yang dapat menjadi rumah berkarya bagi para seniman dan budayawan lokal. Di mana Kemententerian Kebudayaan sebelumnya bahkan menyarankan agar sektor swasta ikut dilibatkan sebagai penguat dukungan pembangunan fasilitas tersebut.
Tak kalah penting, Pemkot Batu mengusulkan pengembangan Kampung Tempe Beji, yang kini tengah mendapat perhatian nasional bersamaan dengan pengajuan tempe sebagai warisan dunia UNESCO. Program ini diharapkan mampu menguatkan posisi UMKM tempe di tingkat nasional dan internasional serta menjadi ikon ekonomi berbasis budaya Kota Batu.
“Pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama. Kita tidak boleh kehilangan jati diri di tengah kemajuan pariwisata,” tandasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

