Pelatihan K3 Dasar, ISTTS Tekankan Pentingnya Keselamatan bagi Mahasiswa Calon Tenaga Industri

Mahasiswa diajak memahami bahaya kebakaran secara nyata, dari membedakan jenis api hingga memadamkan dengan APAR, demi membangun kesiapan keselamatan sebelum memasuki dunia industri.

26 Nov 2025 - 21:42
Pelatihan K3 Dasar, ISTTS Tekankan Pentingnya Keselamatan bagi Mahasiswa Calon Tenaga Industri
Mahasiswa ISTTS berlatih memadamkan api menggunakan APAR dalam simulasi lapangan sebagai bagian dari Pelatihan K3 Dasar. (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama ini kerap dianggap urusan “nanti saja”, padahal mahasiswa yang hanya tinggal selangkah lagi memasuki dunia industri justru menjadi kelompok yang paling membutuhkan edukasi tersebut. 

Banyak calon tenaga kerja memahami teori akademik, namun belum dibekali kemampuan praktis untuk menghadapi potensi bahaya di lingkungan kerja. 

Melihat kebutuhan itu, Program Studi Teknik Industri Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) menggelar Pelatihan K3 Dasar pada Rabu, 26 November 2025.

Pelatihan tersebut berlangsung di ruang E402 dan lapangan parkir ISTTS pada Rabu (26/11/2025) dan diikuti 40 mahasiswa lintas program studi. Materi diberikan oleh praktisi K3 bersertifikat dari PT Semen Indonesia Group dan Datek Inovasi Indonesia, serta menghadirkan rangkaian praktik lapangan seperti simulasi pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama.

Pemahaman Kebakaran dari Ahli Lapangan

Materi pemadaman kebakaran menjadi salah satu bagian yang paling ditekankan. Pemateri dari PT Semen Indonesia Group, Harto Agianto, menjelaskan bahwa banyak kesalahan penanganan terjadi karena kurangnya pengetahuan dasar masyarakat mengenai jenis kebakaran dan media pemadam yang tepat.

Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan saat menghadapi kebakaran bukanlah mengambil air atau APAR, melainkan tetap tenang dan mengenali lebih dulu sumber api.

"Yang paling penting itu jangan panik. Setelah itu pastikan dulu jenis kebakarannya seperti apa," ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Ia menegaskan, kesalahan paling umum di masyarakat adalah menyiram kebakaran minyak dengan air, yang justru memperbesar api.

"Kalau minyak disiram air, apinya tambah besar. Cara yang benar adalah menutup permukaan api dengan kain basah untuk menghentikan oksigennya," jelasnya.

Harto juga menyebutkan bahwa penerapan K3 di perusahaan-perusahaan saat ini semakin baik, didukung prosedur kerja dan fasilitas penanggulangan kebakaran yang lebih lengkap. Ia mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang aktif bertanya dan membawa contoh kasus nyata.

"Mahasiswa tadi aktif sekali. Itu bagus karena mereka jadi tahu kondisi lapangan, bukan hanya teori," katanya.

K3 Bukan Tambahan, tapi Kebutuhan Industri

Ketua Program Studi Teknik Industri ISTTS, Kelvin, menegaskan bahwa pelatihan K3 bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa agar benar-benar siap memasuki dunia kerja. Menurutnya, kemampuan K3 kini menjadi kompetensi wajib di hampir semua sektor industri.

"Kegiatan ini bukan hanya teori, tapi praktik langsung supaya mahasiswa punya kemampuan lebih dari sekadar pengetahuan di kelas," ujarnya.

Kelvin menjelaskan bahwa ISTTS telah lama konsisten mengadakan pembelajaran berbasis praktik lapangan. Tahun ini, kerja sama dilakukan langsung dengan dua pihak profesional dari industri.

"Kami ingin mahasiswa paham bahwa K3 itu betul-betul dibutuhkan di perusahaan, bukan hanya teori menyelamatkan diri," tambahnya.

Ia berharap sertifikasi K3 yang diberikan dapat menjadi modal penting ketika mahasiswa melamar pekerjaan nanti.

Mahasiswa Rasakan Manfaat Nyata dari Simulasi

Manfaat pelatihan ini juga dirasakan langsung oleh peserta. Jordan Putra Dewangga, mahasiswa Teknik Industri semester 3, mengaku pelatihan K3 memberikan pengalaman berbeda dari pembelajaran di kelas.

“Biasanya cuma teori, tapi tadi bisa praktik langsung pakai APAR dan fire blanket,” tuturnya.

Jordan menilai pengalaman tersebut membuatnya lebih siap jika menghadapi keadaan darurat di dunia nyata.

"Kalau ada kejadian asli, kita jadi gak kaget karena sudah tahu langkah-langkahnya. Jadi menurut saya ini 10 dari 10 manfaatnya. Hampir semua pabrik pasti butuh K3," tukasnya.

Melalui pelatihan tersebut, Teknik Industri ISTTS menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dan kemampuan praktik K3 yang sesuai kebutuhan industri modern. 

Pelatihan K3 Dasar tersebut menjadi langkah awal membangun generasi muda yang kompeten, berbudaya keselamatan, dan mampu ikut menciptakan lingkungan kerja yang aman serta berkelanjutan. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow