Pelajar di Probolinggo Laporkan Dugaan Pencabulan, Keluarga Tuntut Keadilan

Seorang pelajar kelas 10 di Probolinggo bersama keluarganya mendatangi Mapolres Probolinggo Kota untuk melaporkan kasus dugaan pencabulan yang dialaminya. Korban berinisial LOR diduga menjadi sasaran pria dewasa yang menggunakan modus iming-iming uang dan pengaruh alkohol.

02 Feb 2026 - 19:50
Pelajar di Probolinggo Laporkan Dugaan Pencabulan, Keluarga Tuntut Keadilan
Korban pencabulan ditemani ibunya datangi Mapolres Probolinggo Kota untuk melapor. (Foto: Rizky Putra/SJP)

KOTA PROBOLINGGO, SJP - Seorang remaja putri yang masih duduk di bangku kelas 10 SMA berinisial LOR (16), warga Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, mendatangi Mapolres Probolinggo Kota pada Senin siang (2/2/2026).

Kedatangannya yang didampingi oleh ibu dan pamannya bertujuan untuk melaporkan dugaan tindakan pencabulan yang dilakukan oleh seorang pria dewasa. Pihak keluarga merasa terpukul dan meminta pihak berwajib segera bertindak agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

Kasus memilukan ini terungkap setelah sang ibu, berinisial R, menyadari perubahan perilaku anaknya yang drastis. Berdasarkan keterangan keluarga, pelaku merupakan warga Kecamatan Kademangan yang baru dikenal melalui perantara seorang teman. Perkenalan singkat tersebut justru berujung pada dugaan eksploitasi dan pelecehan seksual terhadap korban yang masih di bawah umur.

Menurut pengakuan korban kepada ibunya, pelaku yang diketahui sudah memiliki istri dan anak tersebut menggunakan modus bujuk rayu serta iming-iming materi. Sang ibu menceritakan bahwa pelaku sempat membawa korban ke luar kota untuk melancarkan aksinya.

"Dari cerita anak saya, ia diajak ke salah satu hotel di Lumajang, serta hendak diajak ke hotel yang ada di Kecamatan Dringu," ungkap R saat memberikan keterangan di Mapolres Probolinggo Kota.

Lebih lanjut, R menjelaskan bahwa saat melakukan aksinya, pelaku diduga kuat berada di bawah pengaruh minuman beralkohol. Kondisi ini membuat situasi semakin mengkhawatirkan bagi keselamatan korban. Pelaku juga mencoba memberikan sejumlah uang sebagai upaya tutup mulut agar korban tidak melaporkan kejadian tersebut.

Kini, trauma mendalam membayangi keseharian LOR. Remaja yang seharusnya fokus pada pendidikan tersebut kini lebih banyak mengurung diri dan menjadi pendiam. Kondisi psikologis yang tergoncang inilah yang akhirnya membulatkan tekad keluarga untuk menempuh jalur hukum.

"Dari situlah, kami keluarga akhirnya sepakat untuk melaporkan kejadian ini ke Polisi agar pelaku mempertanggung jawabkan perbuatannya," imbuh R dengan nada tegas penuh harap.

Merespons laporan tersebut, Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima pengaduan dari pihak korban. Saat ini, penyidik tengah mendalami keterangan awal untuk menentukan lokus delicti atau tempat kejadian perkara.

"Saat ini pihaknya tengah memintai keterangan, yang jika dari keterangan tersebut TKP pencabulan ada di wilayah Polres Probolinggo Kota akan ditindaklanjuti, namun jika di tempat lain maka kita arahkan untuk melapor ke Polres sesuai TKP," pungkas Iptu Zainullah. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow