Jalur Alternatif Lamongan untuk Mudik Terendam Banjir Setinggi 60 Cm
Jalur alternatif Sukodadi–Paciran di Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan terendam banjir setinggi sekitar 60 sentimeter pada Senin (9/3/2026) dan mengganggu arus lalu lintas.
LAMONGAN, SJP — Jalur alternatif yang menghubungkan Kecamatan Sukodadi dengan Kecamatan Paciran di Kabupaten Lamongan terendam banjir hingga setinggi sekitar 60 sentimeter pada Senin (9/3/2026).
Genangan terjadi di Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, sehingga mengganggu arus lalu lintas di jalur yang kerap digunakan masyarakat, termasuk pemudik menjelang Lebaran.
Banjir tersebut dipicu tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah setempat dalam beberapa hari terakhir.
Pantauan di lokasi menunjukkan air yang menggenangi badan jalan cukup dalam sehingga menyulitkan kendaraan melintas.
Sejumlah sepeda motor milik warga bahkan mengalami mati mesin setelah mencoba menerobos genangan.
Beberapa pengendara terlihat harus mendorong sepeda motornya di tengah air yang menutup sebagian ruas jalan.
Warga setempat menyebut kawasan tersebut sebenarnya sudah lama terendam banjir, bahkan berlangsung sekitar empat bulan terakhir. Namun, kondisi banjir yang terjadi saat ini dinilai paling parah dibanding sebelumnya.
"Banjir kali ini cukup dalam. Banyak motor yang mogok karena air masuk ke mesin," ujar Tomo, warga di lokasi.
Hal serupa disampaikan Joko, warga Karanggeneng yang juga merasakan dampak banjir tersebut. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
"Banyak sepeda motor mogok, harapannya semoga pemerintah bisa membenahi, entah dipompa atau dilakukan perbaikan irigasi," terangnya.
Warga dan para pengguna jalan mendesak pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi segera melakukan penanganan darurat. Mereka berharap ada solusi jangka panjang, seperti peninggian badan jalan di titik rawan banjir, agar jalur alternatif tersebut tetap aman dilalui terutama saat arus mudik Lebaran. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

