Manfaat Teknologi, UKWMS Bantu Peningkatan Produksi dan Manajemen Usaha Bakso

Bakso Goyang Rasa 768 naik kelas lewat sentuhan Abdimas UKWMS: dari produksi manual jadi higienis dengan mesin modern, pengemasan vakum, dan pencatatan keuangan digital SIAPIK.

19 Sep 2025 - 22:47
Manfaat Teknologi, UKWMS Bantu Peningkatan Produksi dan Manajemen Usaha Bakso
Tim Abdimas UKWMS mendampingi pemilik Bakso Goyang Rasa 768 dalam pelatihan penggunaan alat penggiling adonan untuk meningkatkan kualitas produksi (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Siapa yang tak kenal bakso? Bulatan daging gurih itu hampir selalu jadi primadona di meja makan hingga warung pinggir jalan. Di Surabaya, nama Bakso Goyang Rasa 768 cukup populer di kalangan pecinta kuliner. 

Namun, di balik kelezatannya, ada tantangan besar: bagaimana menjaga kualitas sekaligus meningkatkan kapasitas produksi agar bisa menjangkau lebih banyak pelanggan. Menjawab tantangan itu, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) turun tangan. 

Melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, para dosen lintas fakultas berkolaborasi mendampingi pengusaha Bakso Goyang Rasa 768.

Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas produksi dan manajemen usaha bakso sehat beku. Tim dari Fakultas Teknologi Pertanian yang terdiri atas Dr. Anita Maya Sutedja dan Chatarina Yayuk Trisnawati, bersama tim Fakultas Bisnis yang diwakili Dr. Dyna Rachmawati, memperkenalkan berbagai inovasi produksi serta sistem pencatatan keuangan modern.

"Pendampingan ini kami lakukan agar kegiatan produksi dan penjualan bakso bisa berjalan lebih lancar sesuai potensi yang dimiliki pengusaha," ujar Anita Maya, saat dikonfirmasi Jumat (19/9/2025).

Sebelumnya, pengolahan adonan bakso di usaha itu masih manual, sementara pengemasan hanya menggunakan plastik biasa dengan penyimpanan di lemari pendingin. Kondisi itu membuat umur simpan produk lebih pendek dan kualitasnya mudah menurun. 

Karena itu, tim abdimas menghadirkan alat penggiling adonan, pencetak bakso, pengemas vakum, serta pelatihan pencatatan keuangan berbasis aplikasi SIAPIK yang dikembangkan Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

"Selain pelatihan target costing untuk penentuan harga jual, kami juga memperkenalkan aplikasi SIAPIK agar pencatatan lebih rapi sesuai standar SAK-EMKM," jelas Dyna.

Harapannya, melalui penggunaan teknologi tepat guna dan sistem pencatatan modern, Bakso Goyang Rasa 768 mampu meningkatkan produksi secara higienis, memperpanjang umur simpan produk, sekaligus menata manajemen usaha lebih profesional.

"Dengan pengemasan vakum dan lemari pembekuan, kualitas bakso bisa lebih terjaga. Ditambah pencatatan keuangan yang tertib, pengusaha akan lebih siap mengembangkan usahanya," pungkas Chatarina Yayuk. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow