Pegadaian Tulungagung Dipadati Warga Jelang Tahun Ajaran Baru, Omzet Naik 20 Persen

Memasuki tahun ajaran baru 2025, Pegadaian Cabang Tulungagung ramai didatangi warga. Omzet meningkat hingga 20 persen, seiring meningkatnya kebutuhan biaya pendidikan.

10 Jul 2025 - 19:57
Pegadaian Tulungagung Dipadati Warga Jelang Tahun Ajaran Baru, Omzet Naik 20 Persen
Warga sedang melakukan transaksi di Pegadaian Tulungagung. (Foto: Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP—Seiring meningkatnya biaya pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru 2025, Pegadaian Cabang Tulungagung dipadati warga yang datang untuk menggadaikan barang-barang berharganya. Fenomena itu terjadi sejak pertengahan Juni hingga awal Juli.

“Cukup lumayan. Karena di bulan Juni sampai dengan Juli ini kunjungan nasabah cukup banyak,. Antrean kita sampai 120, 100, 150. Itu dari kunjungan. Belum nanti terkait omzet. Omzet kita ada kenaikan sebesar 20 persen. Yang biasanya omzet di bulan-bulan itu rata-rata Rp2,5 miliar, kita bisa sampai dengan Rp3 miliar,” ungkap Kepala Pegadaian Cabang Tulungagung, Zen Supriono, Kamis (10/7/2025).

Peningkatan omzet ini sebagian besar berasal dari masyarakat yang membutuhkan dana tunai antara Rp2 juta hingga Rp8 juta. Uang tersebut digunakan untuk berbagai keperluan pendidikan. Seperti biaya daftar ulang, pembelian seragam, perlengkapan sekolah, hingga pembayaran SPP.

“Tren uang yang mereka minta dan digadai ini bervariasi. Kita kan ada empat golongan: A, B, C, dan D. Itu kebanyakan di golongan B dan C. Perkiraan antara Rp2.000.000 sampai Rp8.000.000,” jelas Zen Supriono.

Sebagian besar barang yang digadaikan berupa perhiasan dan logam mulia yang mendominasi hampir 90 persen dari total transaksi. Barang-barang tersebut mencakup cincin, kalung, batu permata, hingga logam mulia keluaran Antam.

“Paling banyak memang mereka menggadaikan untuk anak sekolah. Yang digadaikan kebanyakan hampir 90 persen perhiasan. Perhiasan, batu, kalung, cincin, dan sebagainya. Termasuk logam mulia juga banyak yang digadaikan di sini,” tambah Zen.

Untuk jangka waktu pelunasan atau penebusan barang, Pegadaian memberikan fleksibilitas kepada nasabah, tergantung kemampuan ekonomi masing-masing nasabah. Terdapat dua skema yang ditawarkan. Yakni reguler dan fleksibel.

“Kita jangka waktu 4 bulan untuk yang reguler dan untuk yang fleksibel bisa sampai dengan 6 bulan. Kalau nanti 1 bulan juga bisa. Untuk perhitungan bisa 1 bulan dan bisa dilunasi sekaligus. Jadi tergantung masing-masing nasabahnya,” kata Zen.

Fenomena meningkatnya aktivitas di Pegadaian ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga pertengahan Juli nanti. Setelah itu, jumlah kunjungan diprediksi kembali normal seiring dengan berakhirnya masa pendaftaran sekolah.

“Biasanya berlangsung sampai perkiraan nanti di pertengahan Juli. Nanti kan biasanya sudah mulai menormal lagi,” tutup Zen. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow