Berkaca Pada Kasus Dugaan Premanisme di PT Hansome, Kapolres Jombang Ancam Tindak Penghambat Investasi

AKBP Ardi Kurniawan secara tegas akan mengambil langkah-langkah hukum atas segala aktivitas yang ditengarahi mengarah pada upaya-upaya menghambat jalannya investasi di kota santri.

21 Jun 2026 - 16:07
Berkaca Pada Kasus Dugaan Premanisme di PT Hansome, Kapolres Jombang Ancam Tindak Penghambat Investasi
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan saat bersama Komandan Kodim 0814/Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo pada suatu kesempatan pertemuan di Kapolres Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan siap menjamin keamanan aktivitas investasi di Kabupaten Jombang. Komitmen tersebut disampaikan AKBP Ardi Kurniawan menindaklanjuti dugaan aksi premanisme yang menimpa PT Handsome Investments Indonesia di Dusun Kedungasem, Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo. 

AKBP Ardi Kurniawan secara tegas akan mengambil langkah-langkah hukum atas segala aktivitas yang ditengarahi mengarah pada upaya-upaya menghambat jalannya investasi di kota santri. 

"Iya mas, kita proses sesuai prosedur hukum," ucap AKBP Ardi Kurniawan kepada suarajatimpost.com, Ahad (21/6/2026). 

Sebelumnya, PT Handsome Investments Indonesia yang berlokasi di Dusun Kedung Asem, Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, menempuh jalur hukum atas dugaan aksi premanisme, intimidasi, dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap para pekerjanya.

Langkah hukum ini diambil karena aktivitas yang mengarah pada premanisme tersebut telah mengganggu kegiatan operasional dan dinilai tidak sejalan dengan semangat menciptakan iklim investasi yang aman di Kabupaten Jombang.

Pihak perusahaan secara resmi melaporkan peristiwa yang terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 23.40 WIB itu ke polisi pada Rabu (17/6/2026). Laporan tercatat dengan Nomor Bukti Laporan: STTLPM/520.RESKRIM/VI/2026/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR.

Peristiwa bermula saat empat orang pria berinisial MLN, KDK, RE, dan DDK diduga memasuki kawasan operasional pabrik melalui gerbang depan tanpa izin, baik secara tertulis maupun lisan. Saat para terlapor masuk, dua petugas keamanan pabrik, Haki dan Mat Iksan, sedang berada di area belakang pabrik untuk mengawal truk molen pengangkut cor beton untuk pembangunan fasilitas penunjang.

Setelah berada di dalam pekarangan pabrik, kelompok tersebut diduga membuat keonaran dan mengusir para karyawan yang sedang menjalankan aktivitas kerja lembur. Selain intimidasi verbal, tindakan itu juga disertai kekerasan fisik. Dilaporkan, dua orang karyawan PT Handsome Investments Indonesia menjadi korban penganiayaan di lokasi kejadian. (*)

Editor:  Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow