Pedagang Daging Sapi Pasar Legi Jombang Keluhkan Infiltrasi Pasokan Luar Daerah

Praktik ini dinilai tidak sehat dan merugikan pedagang lokal karena menciptakan persaingan harga yang timpang.

18 Feb 2026 - 16:00
Pedagang Daging Sapi Pasar Legi Jombang Keluhkan Infiltrasi Pasokan Luar Daerah
Pedagang daging pasar legi yang resah dengan serbuan daging dari RPH diluar wilayah Jombang. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP– Stabilitas harga dan ekosistem perdagangan daging sapi di Pasar Legi Jombang dilaporkan terganggu akibat maraknya pasokan daging dari luar daerah.

Para pedagang lokal mengeluhkan praktik perdagangan tidak sehat yang dilakukan oleh distributor luar yang memotong rantai distribusi tradisional dan memicu ketimpangan harga.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pasokan daging tersebut diduga berasal dari wilayah Krian, Sidoarjo.

Praktik ini disinyalir telah berlangsung selama dua tahun terakhir dengan volume distribusi yang terus meningkat.

Ulfa (51), salah satu pedagang daging di Pasar Legi, mengungkapkan bahwa para pemasok luar kini mendistribusikan daging menggunakan kendaraan bak terbuka langsung ke tingkat pengecer di area sekitar Jalan Mimbar.

Karena berstatus sebagai jagal (grosir), mereka mampu mematok harga di bawah harga pasar lokal.

"Kami mengambil stok dari pemasok lokal dengan harga patokan Rp 100 ribu per kilogram, sementara mereka menjual di bawah harga tersebut langsung ke eceran. Sebagai pengecer, kami kalah bersaing. Dagangan kami baru laku setelah stok mereka habis," ujar Ulfa saat ditemui, Rabu (18/2/2026).

Kondisi ini disebutnya berdampak langsung pada omzet pedagang lokal. Ulfa mengaku biasanya mampu menjual 45 kilogram daging per hari, namun kini target tersebut sulit tercapai.

Penurunan pendapatan ini memaksa para pedagang menambah beban piutang kepada pemasok agar tetap bisa beroperasi.

Senada dengan Ulfa, Ira (43) juga merasakan dampak serupa. Para pedagang mendesak Dinas Peternakan Kabupaten Jombang untuk segera turun tangan menertibkan peredaran daging yang masuk tanpa melalui Rumah Potong Hewan (RPH) setempat.

"Kami menuntut keadilan. Kami ingin ada tindakan tegas agar seluruh pedagang, baik jagal maupun pengecer, beroperasi dengan standarisasi harga yang sama. Kami sudah melaporkan masalah ini melalui koordinasi paguyuban pedagang," imbuh dia.

Para pedagang berharap RPH Jombang dapat melakukan pengawasan ketat terhadap arus masuk komoditas daging dari luar wilayah guna melindungi keberlangsungan usaha pedagang kecil di pasar tradisional. (*)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow