Paus Fransiskus Berpulang, Prosesi Pemakaman akan Digelar Sederhana
Paus Fransiskus meninggal dunia di usianya yang ke- 88 tahun karena strok. Prosesi pemakaman di rencanakan berlangsung pada Jumat (25/4/2025) dan Ahad (27/4/2025) mendatang berdasarkan pertemuan seluruh kardinal di seluruh dunia di Vatikan.
Suarajatimpost.com - Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus meninggal dunia secara tiba-tiba setelah mengalami strok dan serangan jantung pada Senin (21/4/2025) di Vatikan yang menjadi tempat kediamannya.
Seluruh Kardinal di seluruh dunia berkumpul di Vatikan pada Selasa (22/4/2025) untuk membahas rencana proses pemakaman Paus Fransiskus yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit selama sekitar 5 minggu karena menderita pneumonia ganda dan kembali ke kediamannya di Vatikan.
Saat itu, kondisi Paus Fransiskus sedikit pulih dan sempat muncul di hadapan umat di Alun-Alun Santo mengucapkan selamat Hari Raya Paskah dan menyinggung soal konflik di Gaza .
Dikutip dari Vatican News, Selasa (22/4/2025), Direktur Direktorat Kesehatan dan Kebersihan Negara Kota Vatikan, dr Andrea Arcangeli mengungkapkan, Paus memiliki riwayat gagal napas akut yang disebabkan oleh pneumonia bilateral multimikroba, bronkiektasis multipel, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe II.
Berita kepergian Bapak Sri Paus benar-benar mengguncang perhatian publik. Paus yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio ini dikenal sebagai sosok pemimpin yang sederhana dan giat memperjuangkan toleransi antarumat beragama dan selalu membela kaum miskin yang dipinggirkan.
Rencananya, prosesi pemakaman Paus Fransiskus akan berlangsung pada Jumat (25/4/2025) dan Ahad (27/4/2025) mendatang. Berdasarkan pertemuan seluruh kardinal di seluruh dunia di Vatikan.
Sebelum meninggal, Paus Fransiskus mengatakan bahwa dirinya ingin dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma yang menjadi salah satu tempat favoritnya.
Hal ini sangat bertolak belakang dengan tradisi yang sudah dijalankan beberapa Paus sebelumnya. Biasanya, Paus yang berpulang akan dimakamkan di Basilika Santo Petrus di Vatican City.
Bukan hanya itu, Paus Fransiskus juga berpesan jika dirinya nanti dipanggil Yang Mahakuasa, peti jenazah dan prosesi pemakamannya tidak perlu terlihat mewah. Dia ingin terlihat lebih dekat dengan masyarakat. (**)
Penulis: Maria Karolina Bupu, mahasiswa magang merdeka Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

