Ironi Ramadan di Desa Ngringin Nganjuk, Geliat Tamu Siang Hari di Lorong Lokalisasi
Meski di tengah pelaksanaan ibadah puasa, praktik di kawasan tersebut terpantau tetap berjalan dan memicu keresahan warga.
NGANJUK, SJP– Kawasan yang dikenal sebagai lokalisasi 'Mbah Rebo' atau 'Mbh Bo' di Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, diduga masih menunjukkan aktivitas selama bulan suci Ramadan.
Meski di tengah pelaksanaan ibadah puasa, praktik di kawasan tersebut terpantau tetap berjalan dan memicu keresahan warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (21/02/2026) pukul 13.04 WIB, suasana di salah satu lorong pemukiman menunjukkan adanya mobilitas.
Sejumlah kendaraan roda dua tampak terparkir di depan bangunan yang diduga menjadi tempat berkumpulnya para tamu.
Sejumlah pria yang diduga merupakan tamu terpantau mendatangi lokasi tersebut pada siang hari.
Kehadiran mereka sering kali tersamar oleh aktivitas warga setempat, namun frekuensi kendaraan dari luar desa yang keluar-masuk memperkuat dugaan bahwa praktik di kawasan ini tidak berhenti total selama Ramadan.
Kondisi ini mendapat sorotan dari warga yang mengharapkan adanya tindakan tegas dari pihak berwenang guna menghormati bulan suci.
"Harusnya ada tindakan tegas dari pihak berwenang. Di bulan puasa seperti ini, aktivitas yang tidak etis seperti itu semestinya tutup untuk menghormati umat yang beribadah," ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Ani (53), seorang warga yang telah tinggal di dekat area tersebut selama belasan tahun, memberikan keterangan yang berbeda.
Ia mengklaim bahwa para penghuni atau pekerja di lokasi tersebut sudah pulang ke daerah asal.
"Sudah tidak ada orang, anak-anak sudah pulang semuanya. Saya sudah lama tinggal di sini, saya sedang menunggu orang yang memperbaiki rumah," ujar Ani dalam bahasa Jawa.
Namun, saat dikonfirmasi mengenai bangunan di depan rumahnya yang terbuka dan adanya perempuan muda berpakaian pendek, Ani enggan berkomentar lebih jauh dan segera masuk ke dalam rumah.
"Saya tidak tahu, itu milik orang lain. Di sini sudah pulang semua, yang buka itu saya tidak tahu," tambahnya sembari mengeluhkan sakit gigi.
Kehadiran awak media di lokasi sempat memicu reaksi dari beberapa wanita di area tersebut, yang terlihat bergegas masuk ke dalam rumah masing-masing untuk menghindari pantauan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk maupun aparat penegak hukum soal kebenaran dugaan adanya lokasilasi terselubung yang leluasa beroperasi bahkan saat di bulan suci. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

