1.500 Warga Situbondo Terisolasi Pasca Banjir, Pemerintah Siapkan Penanganan Darurat
Sebanyak 1.500 warga di Situbondo terisolasi akibat akses jalan dan jembatan putus pasca banjir. Pemerintah daerah menyiapkan penanganan darurat dan mengajukan bantuan ke provinsi serta pusat.
SITUBONDO, SJP - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Situbondo menyisakan persoalan serius bagi warga. Sekitar 1.500 jiwa kini hidup dalam kondisi terisolasi total akibat seluruh jembatan dan akses penghubung rusak diterjang banjir. Aktivitas ekonomi lumpuh, distribusi bantuan tersendat, dan layanan dasar nyaris tak terjangkau.
Kerusakan infrastruktur pasca-banjir menjadi pekerjaan rumah mendesak bagi Pemerintah Kabupaten Situbondo. Putusnya akses jalan dan jembatan membuat ribuan warga tak bisa keluar masuk wilayahnya, sehingga berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Data sementara mencatat sekitar 1.500 jiwa terjebak di wilayah terdampak, tanpa jalur transportasi yang memadai. Kondisi ini membuat warga kesulitan memperoleh bahan pangan, layanan kesehatan, hingga akses pendidikan.
Keluhan masyarakat tersebut mendapat respons langsung dari Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Ia turun ke lokasi dan menyaksikan langsung kondisi warga yang terisolasi.
“Di sana ada sekitar 1.500 jiwa yang benar-benar tidak bisa pergi ke mana-mana karena terisolasi. Kondisinya sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Rio, Minggu (25/1/2026).
Mas Rio menjelaskan, dirinya meninjau langsung wilayah terdampak di Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, dengan menyusuri alur sungai. Tidak adanya akses darat membuat distribusi bantuan dan pelayanan dasar menjadi sangat terbatas.
“Untuk menjangkau warga, kami harus menyusuri sungai karena tidak ada lagi jalur yang bisa dilalui. Mereka benar-benar terisolasi. Penanganan darurat tetap kami lakukan meskipun dengan berbagai keterbatasan,” katanya.
Pemulihan akses menjadi kebutuhan paling mendesak. Pemerintah daerah berencana membangun kembali jembatan dan akses jalan yang rusak akibat banjir agar roda perekonomian warga bisa kembali bergerak.
Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur tersebut. Untuk itu, Pemkab Situbondo membuka opsi kolaborasi lintas pemerintah.
“Kami akan mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah provinsi dan pusat agar penanganan ini bisa segera dilakukan,” imbuh Mas Rio.
Sementara menunggu perbaikan permanen, pemerintah daerah menyiapkan langkah darurat, termasuk pendistribusian bantuan logistik dan upaya membuka akses sementara agar warga tidak terus terisolasi. (*)
Editor : Danu
What's Your Reaction?

