Pasca Banjir dan Longsor, BPBD Salurkan Bantuan kepada Warga Desa Ambulu Bondowoso
Mengingat cuaca ekstrem dan bahaya bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Bumi Ki Ronggo, BPBD berpesan kepada masyarakat untuk terus siaga dan waspada.
BONDOWOSO, SJP – Pasca banjir dan tanah longsor yang terjadi di Desa Ambulu Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, pada Kamis (23/1/2025) kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung menyalurkan bantuan.
Bantuan kali ini disalurkan kepada warga yang rumahnya terdampak tanah longsor dan banjir, pada Jumat (24/1/2025) pagi di Desa Ambulu Kecamatan Wringin.
"Kami salurkan paket logistik untuk 6 rumah di Dusun Laok Sawah RT 2 RW 1 yang terdampak, di antaranya sembako, paket kebersihan, hygene kit, matras/kasur lipat," kata Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo.
Sementara, untuk bantuan kepada sekolah yang terdampak, BPBD masih akan melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Wringin dan Pemerintah Desa.
"Untuk sekolah RA yang rusak karena dindingnya jebol dan TPT plengsengan Dusun Nangger RT 10, kami koordinasikan dengan pihak kecamatan dan desa, agar bisa diakomodasi dalam APBDes 2025 (dana desa) untuk perbaikannya," jelasnya.
Seperti diketahui, hujan yang terjadi pada Kamis kemarin, berlangsung kurang lebih 5 jam, sehingga membuat sejumlah rumah warga dan bangunan sekolah jebol akibat banjir dan tanah longsor.
Seperti yang dikatakan oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bondowoso Sigit Purnomo, sesaat setelah banjir dan tanah longsor terjadi, pihaknya langsung melakukan asesmen.
“Kami mencatat ada empat rumah serta sawah warga terdampak banjir. Selain itu, satu sisi tembok sekolah RA Nurul Hikmah jebol akibat material longsor,” ungkap Sigit menceritakan kronologi dan dampak bencana.
Hujan deras yang terjadi kurang lebih 5 jam, membuat tanggul sungai yang ada di Desa Ambulu Kecamatan Wringin tak mampu menahan debit air. Akhirnya jebol dan masuk ke pemukiman warga.
“Sekira pukul 17.00 WIB, Tim Reaksi Cepat (TRC), Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD, TNI/Polri, pemerintahan desa, kecamatan serta masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor yang menimpa gedung sekolah serta jalan desa," ungkapnya.
Mengingat cuaca ekstrem dan bahaya bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Bumi Ki Ronggo, mantan Kepala Diskoperindag Bondowoso ini berpesan kepada masyarakat untuk terus siaga dan waspada.
“Kami harap warga siaga jika terjadi hujan deras dan berlangsung lama. Selain itu, potensi angin kencang juga harus diantisipasi agar nantinya tidak terjadi korban akibat bencana,” pungkasnya.
Seperti diketahui, belum lama ini banjir bandang juga melanda Dusun Peh Desa Gunungsari Kecamatan Maesan. Banjir bandang tersebut membuat sedikitnya 12 rumah terdampak dan rencanan akan mendapatkan bantuan dari pemerintah. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

