Panen Raya Dongkrak Stok Pangan, Anggia Ermarini Apresiasi Produksi Padi di Tulungagung

Data produksi menunjukkan, sepanjang April 2026, potensi panen di Tulungagung mencapai sekitar 94.640 ton dari total luas lahan 13.716 hektare.

27 Apr 2026 - 21:02
Panen Raya Dongkrak Stok Pangan, Anggia Ermarini Apresiasi Produksi Padi di Tulungagung
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini (tengah) mengikuti kegiatan panen raya padi di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Petani di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, memulai masa panen raya padi, Senin (27/4/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, yang melihat langsung tingginya produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Sebagai salah satu lumbung beras di Jawa Timur, Tulungagung kembali menunjukkan kontribusinya terhadap pasokan pangan nasional. Produksi padi di daerah ini dinilai terus meningkat, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan.

Anggia menyebut, capaian produksi beras nasional sepanjang 2026 menunjukkan tren positif. Kondisi ini dinilai memperkuat optimisme terhadap program swasembada pangan, bahkan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Produksi padi di Tulungagung sangat baik, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Ini berdampak langsung pada stok beras di Bulog yang menjadi sangat melimpah,” ujar Anggia.

Ia menambahkan, tingginya hasil panen justru memunculkan tantangan baru, yakni keterbatasan kapasitas penyimpanan. Menurutnya, gudang yang tersedia saat ini sudah tidak lagi mampu menampung seluruh hasil serapan.

“Bahkan bisa dikatakan, stoknya sangat besar sampai-sampai gudangnya kurang. Ini tentu membanggakan, tapi juga perlu segera diantisipasi,” imbuhnya.

Data produksi menunjukkan, sepanjang April 2026, potensi panen di Tulungagung mencapai sekitar 94.640 ton dari total luas lahan 13.716 hektare. Lonjakan produksi ini membuat fasilitas penyimpanan yang ada penuh, sehingga diperlukan tambahan gudang untuk mengakomodasi hasil panen, baik padi maupun jagung.

Kondisi tersebut juga dibenarkan Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto. Ia menjelaskan bahwa tidak hanya beras, stok jagung yang dikelola Bulog juga terus meningkat.

“Untuk Jawa Timur, stok jagung saat ini sudah mencapai 55 ribu ton dan akan terus bertambah karena kami juga mendapat penugasan penyerapan hingga 1 juta ton secara nasional,” jelasnya.

Prihasto mengakui, keterbatasan gudang menjadi tantangan utama di tengah tingginya serapan hasil panen. Di Tulungagung sendiri, kapasitas penyimpanan bahkan masih kurang untuk menampung tambahan ribuan ton hasil panen.

“Gudang kita digunakan untuk menampung beras dan jagung sekaligus. Itu sebabnya kapasitas yang ada saat ini masih belum mencukupi,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Bulog telah menginstruksikan jajaran di daerah untuk segera mencari tambahan fasilitas penyimpanan. Upaya ini dilakukan agar proses penyerapan hasil panen petani tetap berjalan optimal tanpa terkendala ruang.

“Kami sudah meminta seluruh pimpinan wilayah untuk menambah kapasitas gudang, terutama selama masa panen raya. Khusus di Tulungagung, direncanakan akan ada tambahan dua gudang baru,” pungkas Prihasto.

Melimpahnya hasil panen di Tulungagung menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan nasional. Namun di sisi lain, peningkatan infrastruktur pascapanen menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar surplus produksi dapat dikelola secara maksimal. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow