HPN 2026: Ratusan Warga Antusias Ikuti Bakti Sosial dan CKG di Balai KWG Gresik
Kegiatan ini mencakup donor darah hingga pemeriksaan mata yang diikuti dengan antusias oleh sedikitnya 333 peserta di momentum serangkaian HPN tahun ini.
GRESIK, SJP - Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Komunitas Wartawan Grissee (KWG) menggelar bakti sosial dan cek kesehatan gratis (CKG) bagi ratusan warga di Balai KWG, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini mencakup donor darah hingga pemeriksaan mata yang diikuti dengan antusias oleh sedikitnya 333 peserta.
Adapun rinciannya tercatat sebanyak 135 peserta melakukan CKG melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, 76 peserta mendonorkan darah via PMI Gresik, dan 122 peserta menjalani pemeriksaan mata oleh Klinik Mata Utama (KMU).
Ketua KWG, Miftahul Arif, menyatakan bahwa baksos ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai wujud kepedulian insan pers terhadap masyarakat.
"Bakti Sosial ini adalah agenda rutin tahunan dalam rangka memperingati HPN 2026. Melalui momentum ini, kami ingin insan pers bisa lebih dekat dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," kata Miftah.
Selain bakti sosial dan CKG, rangkaian HPN 2026 yang digelar KWG ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lain seperti Khotmil Qur’an, Ziarah Pendahulu, Dialog Kesehatan, dan puncak acaranya ada Festival Tumpeng Nasi Krawu.
"Festival Tumpeng Nasi Krawu yang akan menyajikan ribuan bungkus makanan khas Gresik tersebut rencananya bakal digelar di Islamic Center, Kecamatan Balongpanggang," paparnya.
Hadir dalam kegiatan rangkaian HPN 2026 ini yakni Wakil Bupati Gresik Ashluchul Alif, Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, Kepala Dinkes Mukhibatul Husna, serta perwakilan dari sejumlah perusahaan seperti Freeport Indonesia, Petrokimia Gresik, JIIPE, dan Wilmar Nabati Indonesia.
Wakil Bupati Gresik Ashluchul Alif, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif KWG. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pers dan pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan.
"Kami berharap teman-teman KWG senantiasa bersinergi dengan pemerintah untuk menyampaikan progres pembangunan. Pers adalah ujung tombak pembangunan, maka penting untuk terus memegang teguh kode etik jurnalistik agar masyarakat terhindar dari hoaks," pungkas Alif. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

