Pameran Nasional Akbar IPI ke-11: Dari Kanvas Surabaya, Semangat Sumpah Pemuda Dikabarkan untuk Indonesia

Dari Surabaya, semangat Sumpah Pemuda dikabarkan lewat warna dan goresan kuas para pelukis Indonesia membuktikan bahwa persatuan bisa hidup di setiap karya seni.

19 Oct 2025 - 22:13
Pameran Nasional Akbar IPI ke-11: Dari Kanvas Surabaya, Semangat Sumpah Pemuda Dikabarkan untuk Indonesia
Seorang pengunjung mengabadikan salah satu karya dalam Pameran Lukisan Nasional Akbar IPI ke-11 di Balai Pemuda Surabaya (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Semangat Sumpah Pemuda bisa hadir dalam banyak bentuk. Ia tidak hanya hidup dalam pekik perjuangan, tetapi juga dalam sapuan kuas dan percikan warna di atas kanvas. Melalui goresan tangan para pelukis, nilai-nilai persatuan dan semangat berkarya kembali dikabarkan dari Surabaya untuk seluruh Indonesia.

Itulah semangat yang diusung dalam Pameran Lukisan Nasional Akbar Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) ke-11, bertajuk “Mengabarkan Semangat Sumpah Pemuda dari Surabaya untuk Indonesia.”

Acara tersebut digelar di basement Alun-alun Balai Pemuda Surabaya, pada 14–19 Oktober 2025, dan menghadirkan sekitar 100 karya dari 50–80 pelukis se-Indonesia.

Ketua Umum IPI, Supaat Margi, menjelaskan bahwa tema pameran kali ini lahir dari semangat kebersamaan yang menjadi roh organisasi. Melalui Surabaya, pesan persatuan disebarkan ke seluruh penjuru negeri.

"Pameran IPI kali ini tentang mengabarkan semangat Sumpah Pemuda dari Surabaya untuk seluruh Indonesia. Karena IPI ini nasional, jadi kumpulnya di Surabaya, kita kabarkan ke seluruh Indonesia," ujar Supaat, Minggu (19/10/2025).

Dirinya mengungkapkan bahwa, pameran tersebut diikuti pelukis dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Riau, Kalimantan, hingga Sulawesi. Gelaran itu menjadi momen pertemuan para perupa dari 40 cabang IPI di seluruh Indonesia, termasuk cabang terbaru di Sumenep, Madura.

"Pesertanya ada yang dari timur sampai barat. Jadi benar-benar campur, dan semua membawa semangat yang sama," tambahnya.

Meski bertema semangat Sumpah Pemuda, para pelukis diberikan kebebasan untuk menafsirkan semangat itu melalui gaya dan ide masing-masing. IPI ingin agar pameran tersebut tidak sekadar memamerkan tema perjuangan, tetapi juga menyalakan kembali gairah berkarya di kalangan pelukis.

"Kita beri kelonggaran, tidak harus tentang perang atau semangat yang keras. Yang penting, semangat itu bisa terasa dari karyanya," jelas Supaat.

Ia menambahkan, inti dari kegiatan pameran kali ini diperuntukan guna saling menularkan semangat antar sesama perupa agar terus berkarya dan memperkaya seni rupa Indonesia.

Tak hanya menampilkan karya besar, pameran itu juga menghadirkan merchandise berupa lukisan kecil serta berbagai kegiatan interaktif seperti lomba melukis dan mewarnai untuk anak-anak, juga painting bersama yang digelar setiap hari bagi masyarakat umum dan komunitas seni.

Pihak IPI turut mengundang sejumlah pendukung dari berbagai lembaga seni dan sosial, di antaranya Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI), Yayasan Pondok Kasi Surabaya, Galeri 52, Birdie Gallery, Sage House Gallery, hingga pihak mediasi aset lelang.

Bagi IPI, pameran akbar bukan sekadar perayaan seni rupa, tetapi juga ajakan untuk mencintai karya sendiri dan menghidupkan kembali semangat nasionalisme melalui seni.

"Harapan kami, IPI semakin berkembang, semakin dikenal, dan semakin digital. Tapi yang paling penting, masyarakat Indonesia semakin mencintai seni sendiri," tutur Supaat.

IPI juga memberikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya, khususnya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya atas dukungan dan fasilitas tempat yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

"Kami menyampaikan rasa terimakasih ke pihak Pemkot Surabaya Kota Surabaya untuk tempat dan jalannya acara," ujar Roman Chuza, Humas IPI.

Roman menjelaskan, kegiatan pameran akbar merupakan agenda rutin tahunan IPI sebagai wadah silaturahmi para pelukis nasional. Ajang ini menjadi ruang temu yang menjaga kekompakan dan pertukaran gagasan antar seniman dari berbagai daerah.

"Setiap tahun kami adakan untuk menyambung silaturahmi pelukis nasional dalam komunitas IPI," tukasnya.

Melalui goresan kuas dan warna yang berpadu di ruang pamer Balai Pemuda, para pelukis Indonesia seolah mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda tak pernah usang. Ia selalu hidup, dan kali ini ia mengalir lewat warna di atas kanvas dari Surabaya untuk Indonesia. (*)

Editor: Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow