PAD dan Anggaran Belanja Pemkab Jombang Tahun 2025 Berbanding Terbalik

Pendapatan asli daerah lebih rendah dari beban belanja, sehingga Pemkab Jombang menjadikan Silpa 2024 sebagai alternatif menutupi kebutuhan belanja tahun 2025.

03 Jul 2025 - 22:43
PAD dan Anggaran Belanja Pemkab Jombang Tahun 2025 Berbanding Terbalik
Bupati Jombang, Warsubi bersama Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mengungkap, angka Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Tahun 2025 mengalami penurunan di tengah kebutuhan belanja daerah yang mencapai Rp 3,2 triliun. 

Pendapatan daerah Jombang terkoreksi Rp2.900.629.258.011,29 dari semula Rp2.918.815.128.764,00. Dalam artian mengalami penurunan sebesar Rp18.185.870.752,71 atau turun 0,62 persen.

Hal tersebut terungkap setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang menggelar sidang paripurna Nota Penjelasan Bupati Jombang terkait Raperda P-APBD 2025, Rabu (2/7/2025) kemarin. 

Bupati Jombang, Warsubi menyebut penurunan pendapatan disebabkan oleh penyesuaian komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan transfer. 

“Penurunan ini terjadi karena penyesuaian pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan transfer dari pusat. Namun, arah kebijakan anggaran tetap berpihak pada rakyat," ucap Bupati Warsubi dalam pesan diterima, Kamis (3/7/2025). 

Sementara itu, total belanja daerah berdasar Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2025, naik menjadi Rp3.205.076.769.637,29 atau meningkat hampir 6 persen dari rencana sebelumnya. Kenaikan terbesar tercatat pada pos belanja modal yang naik lebih dari 51 persen. 

Untuk menutupi defisit akibat ketimpangan antara pendapatan dan belanja, Pemkab akan memanfaatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun 2024, sebesar Rp304.447.511.626,00 secara hati-hati dan sesuai arahan presiden mengenai efisiensi anggaran.

“Tidak boleh ada anggaran yang terbuang sia-sia. Kami sudah menindaklanjuti instruksi presiden dengan menerbitkan instruksi bupati soal penghematan,” tegas Warsubi.

Sementara, Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji mengatakan, targetnya pembahasan P-APBD ini selesai pada pertengahan bulan Juli ini. 

“Setelah ini ada PU Fraksi DPRD, kemudian jawaban bupati. Terakhir nanti PA Fraksi yang digelar pada 16 Juli mendatang,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow