Lima Sektor Unggulan Dongkrak Investasi di Tulungagung, Target 2025 Naik Jadi Rp545 Miliar

Target nilai investasi di Tulungagung tahun 2025 dinaikkan. Hal tersebut berkaca dari realisasi nilai investasi di tahun 2024 yang melebihi target.

03 Jul 2025 - 22:54
Lima Sektor Unggulan Dongkrak Investasi di Tulungagung, Target 2025 Naik Jadi Rp545 Miliar
Kepala DPMPTSP Tulungagung, Fajar Widaryanto. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Tulungagung tetap optimistis menargetkan kenaikan nilai investasi pada tahun 2025. Target investasi tahun ini dipatok sebesar Rp545 miliar, naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp510 miliar.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tulungagung, Fajar Widaryanto, mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 lalu, realisasi investasi berhasil melampaui target.

“Tahun 2024 targetnya Rp510 miliar, dan realisasinya mencapai Rp544 miliar. Maka, untuk 2025 kami targetkan naik menjadi Rp545 miliar,” ujarnya, Kamis (3/7/2025).

Meski begitu, Fajar mengakui bahwa pencapaian target tidak selalu mudah dan penuh ketidakpastian. Menurutnya, keberhasilan mencapai target sangat tergantung pada partisipasi pelaku usaha dalam melaporkan investasi mereka.

“Kalau kita bicara soal kesulitan dan ketidakpastian, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan. Salah satunya adalah mendorong pelaku usaha agar tertib melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM),” jelasnya.

Ia merinci, pelaku usaha dengan modal di atas Rp5 miliar diwajibkan melapor setiap bulan, sedangkan untuk modal di bawah Rp5 miliar, laporan disampaikan tiap triwulan. Namun, DPMPTSP tidak memiliki kewenangan memaksa pelaku usaha untuk melapor.

“Kami hanya bisa mengimbau dan mengingatkan sesuai kewenangan. Kepatuhan terhadap pelaporan ini sangat penting untuk keakuratan data,” katanya.

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan bahwa realisasi investasi sangat bergantung pada kondisi ekonomi, baik nasional maupun internasional.

"Terkait apakah nanti bisa melebihi target atau tidak, itu bergantung pada situasi ekonomi Indonesia, khususnya Tulungagung, dan juga global,” imbuhnya.

Sepanjang 2024, lima sektor utama menjadi penyumbang terbesar nilai investasi di Tulungagung. Sektor kelautan dan perikanan mencatatkan kontribusi tertinggi dengan nilai Rp49,4 miliar. Sektor lain yang turut menopang investasi adalah pertanian dan peternakan, industri, perdagangan, serta pariwisata.

Di sisi lain, kebijakan refocusing dan penghematan anggaran membuat sosialisasi terhadap pelaku usaha kini lebih terbatas.

“Kalau dulu kami sosialisasi tatap muka dan serentak, sekarang kami melakukannya secara virtual karena anggaran dialihkan ke infrastruktur,” terangnya.

Fajar tetap berharap sosialisasi dan pembinaan terhadap pelaku usaha tetap berjalan efektif.

“Harapan kami, seperti tahun 2024 lalu, realisasi 2025 ini bisa kembali melampaui target. Tapi kami juga realistis dengan situasi Tulungagung dan Indonesia secara umum,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari inovasi pelayanan, DPMPTSP Tulungagung juga telah meluncurkan aplikasi berbasis website. Aplikasi ini menyajikan peta digital yang menggambarkan potensi investasi di seluruh kecamatan di Tulungagung.

“Dengan adanya aplikasi itu, masyarakat maupun investor dari luar daerah bisa dengan mudah mengakses informasi seputar potensi investasi di 19 kecamatan se-Kabupaten Tulungagung,” tutupnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow