Oleh-Oleh dari Retret: Bupati Sanusi Dorong Disiplin dan Ketangguhan Pejabat Kabupaten Malang

Bupati Malang Sanusi membawa semangat disiplin dari retreat atau retret, merencanakan pelatihan bagi pejabat, serta menegaskan komitmen pada layanan kesehatan gratis, pendidikan, dan perlindungan lahan pertanian berbasis data.

03 Mar 2025 - 18:03
Oleh-Oleh dari Retret: Bupati Sanusi Dorong Disiplin dan Ketangguhan Pejabat Kabupaten Malang
Bupati Malang Drs HM Sanusi bersama wakilnya Hj Lathifah Shohib dihadapan awak media, usai sidang paripurna, Senin (3/3/2025) (Hafid/SJP)

MALANG,SJP – Bupati Malang Drs. H.M Sanusi,  membawa oleh-oleh menarik dari program retret yang diikutinya. 

Bukan sekadar pengalaman, tetapi juga semangat baru untuk meningkatkan kedisiplinan dan ketangguhan aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.

Sanusi mengungkapkan rencananya untuk mengadakan retret bagi kepala dinas di SMK Taruna sebagai bagian dari upaya meningkatkan disiplin dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. 

Menurutnya, retret tidak hanya membentuk karakter kepemimpinan yang lebih baik, tetapi juga menanamkan budaya kerja yang lebih disiplin.

“Dengan retret, kita bisa lebih memahami tugas dan tanggung jawab kita. Selain itu, ada manfaat tambahan, seperti kesehatan lebih baik, turun berat badan lima kilogram karena olahraga teratur dan pola makan yang lebih sehat,” ujar Sanusi dengan nada bercanda, usia mengawali agendanya di ruang sidang DPRD Kabupaten Malang, Senin (3/3/2025).

Selain menyoroti pentingnya disiplin, Sanusi didampingi Wakil Bupati Hj Lathifah Shohib, juga berbagi pengalaman menarik selama komunikasi dengan kementerian di Jakarta. 

Ia menekankan pentingnya membangun jaringan dengan pemerintah pusat untuk mempercepat realisasi program di Kabupaten Malang, khususnya di bidang kesehatan, infrastruktur, dan pendidikan.

Dari segi kesehatan, Sanusi memastikan bahwa masyarakat miskin dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis di Puskesmas dan tiga RSUD di Kabupaten Malang.

Sementara itu, di sektor pendidikan, ia menyoroti perlunya evaluasi sistem zonasi agar siswa mendapatkan akses sekolah yang lebih sesuai.

Sanusi juga menegaskan dihadapan awak media, bahwa luas Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Kabupaten Malang tetap terjaga di angka 44.000 hektare, dengan 37.000 hektare ditanami padi. Ia menepis anggapan adanya alih fungsi lahan yang tidak terkontrol.

“Semua harus berbasis data, bukan hanya asumsi,” tandasnya.

Melalui berbagai program dan kebijakan yang digulirkan, Sanusi berharap semangat disiplin dan ketangguhan dari retreat dapat diterapkan dalam tata kelola pemerintahan Kabupaten Malang. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow