OJK Malang Perkuat Literasi dan Sinergi Media di Makassar, Ekonomi Wilayah Tumbuh Positif
Farid Faletehan paparkan pertumbuhan kredit, dorong kewaspadaan penipuan, dan sinergi komunikasi antar-OJK daerah.
MAKASSAR, SJP – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang terus memperkuat sinergi dan komunikasi publik dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan kunjungan kerja dan studi banding bersama awak media ke OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) di Makassar, Rabu (12/11/2025).
Agenda tersebut dirangkaikan dengan kegiatan “Journalist Class dan Penerbitan Siaran Pers”, yang bertujuan memperluas kolaborasi antar-kantor OJK daerah serta memperdalam pemahaman jurnalis terhadap kebijakan prudensial dan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) serta memberi wawasan terhadap manajemen media yang menghadirkan mentor dari Kompas media.
Kepala OJK Malang Farid Faletehan menjelaskan, kunjungan ini menjadi wadah pertukaran pengalaman dalam pengelolaan hubungan media dan strategi komunikasi publik, termasuk inovasi program edukasi masyarakat yakni melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
“Kami ingin belajar dari pengalaman OJK Makassar, terutama dalam pengelolaan hubungan media dan pengembangan program inklusi keuangan seperti asuransi untuk nelayan,” ujar Farid, Rabu (12/11/2025).
Farid menambahkan, keterlibatan awak media dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis memperkuat penyebaran informasi yang akurat serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
“Media memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan. Sinergi ini perlu dijaga agar masyarakat semakin paham dan percaya pada lembaga keuangan formal,” jelasnya.
Dalam wawancara bersama awak media di sela kegiatan, Farid mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi di wilayah Malang masih relatif stabil dan tumbuh positif.
“Ekonomi di wilayah Malang masih relatif bagus. Penyaluran kredit menunjukkan banyak masyarakat yang mengakses pembiayaan untuk meningkatkan usahanya. Sebagian besar digunakan untuk kredit modal kerja,” paparnya.
Hingga September 2025, penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja OJK Malang tumbuh 8,41 persen yoy, dari Rp101,14 triliun menjadi Rp109,64 triliun. Kabupaten Malang menjadi penyerap kredit tertinggi dengan nilai Rp30,35 triliun, disusul Kota Malang sebesar Rp29,47 triliun.
Sementara itu, 33,6 persen kredit disalurkan untuk sektor UMKM, atau senilai Rp36,88 triliun. Farid menilai tren ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak, terutama melalui sektor produktif.
Ia juga menyinggung adanya potensi dampak positif dari program gelontoran dana ratusan triliun yang disalurkan pemerintah melalui bank-bank Himbara secara nasional.
Dari sisi pasar modal, jumlah investor di wilayah kerja OJK Malang mencapai 341.834 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 19,15 persen secara tahunan (yoy) hingga Agustus 2025.
“Ini menunjukkan minat investasi masyarakat, khususnya generasi muda, semakin meningkat. Sekitar 99,8 persen SID di wilayah kerja OJK Malang dimiliki oleh investor individu,” terang Farid.
Transaksi saham juga menunjukkan tren positif, dengan frekuensi meningkat 59,23 persen yoy, volume naik 73,37 persen, dan nilai transaksi mencapai Rp3,32 triliun.
Selain itu, nasabah agen penjual reksa dana (APERD) meningkat 36,05 persen yoy menjadi 40.873 nasabah, disertai pertumbuhan nilai penjualan reksa dana sebesar 43,17 persen yoy.
Farid turut menyoroti peningkatan laporan terkait penipuan keuangan digital. Berdasarkan data OJK, pengaduan masyarakat yang berkaitan dengan penipuan meningkat dari 12 persen menjadi 19 persen.
“Kami mengimbau masyarakat jangan mudah percaya dengan telepon yang meminta data pribadi, nomor rekening, atau PIN. Gunakan prinsip dua L — legal dan logis. Kalau ragu, segera konfirmasi ke OJK,” tegasnya.
Secara nasional, laporan ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) terus bertambah, dengan nilai kerugian akibat penipuan keuangan mencapai Rp7,5 triliun, naik dari Rp7,1 triliun bulan sebelumnya.
“Kalau ada dana yang terlanjur ditransfer karena penipuan, segera lapor melalui situs iasc.ojk.go.id agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dalam kegiatan di Makassar, Farid juga menyoroti aktifnya OJK Malang dalam publikasi dan komunikasi digital. Akun resmi Instagram OJK Malang kini memiliki lebih dari 23.000 pengikut, menjadikannya salah satu yang paling aktif di antara kantor OJK daerah.
Kunjungan ini turut menjadi momen apresiasi bagi insan media yang selama ini berperan aktif memberitakan kegiatan OJK Malang.
Dirinya berharap kerja sama ini memperkuat hubungan antara OJK dan mitra media di seluruh daerah.
Sementara itu, Arif Machfoed, Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Sulselbar, menyambut baik rombongan dari Malang serta menegaskan pentingnya kolaborasi antar-kantor OJK daerah.
Kegiatan ini menjadi momen memperkuat komunikasi publik dan literasi keuangan bagi masyarakat di seluruh wilayah kerja OJK.
Kegiatan ini diharapkan mempererat sinergi antar-OJK daerah serta meningkatkan kapasitas komunikasi publik melalui kemitraan strategis dengan media massa. (**)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

