OJK Dorong Penguatan Ekonomi Bondowoso Lewat Produk Unggulan dan Literasi Keuangan

OJK Jember mendorong penguatan ekonomi Bondowoso dengan membangun ekosistem produk unggulan seperti pisang Cavendish dan kopi, memperluas literasi serta akses pembiayaan, hingga menanamkan budaya menabung sejak dini melalui program rekening pelajar Kejar.

26 Sep 2025 - 08:03
OJK Dorong Penguatan Ekonomi Bondowoso Lewat Produk Unggulan dan Literasi Keuangan
Kepala OJK Jember, Muhammad Mufid saat dikonfirmasi usai pertemuan dengan Bupati Bondowoso di peringgitan Pendopo Raden Bagus Assra (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, Muhammad Mufid, menegaskan komitmennya untuk mendorong penguatan ekonomi daerah Bondowoso melalui pengembangan produk unggulan dan peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Hal itu ia katakan usai bertemu dengan Bupati Bondowoso, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di peringgitan Pendopo Raden Bagus Assra, pada Kamis (26/9/2025) kemarin.

Mufid menyampaikan, salah satu fokus utama adalah membangun ekosistem ekonomi dari hulu hingga hilir agar potensi daerah bisa memberi nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

“Contohnya pisang Cavendish Bondowoso yang kualitasnya terbaik di Indonesia. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana membangun ekosistem agar produk ini benar-benar menjadi unggulan dan meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah,” jelas Mufid.

OJK bersama lembaga jasa keuangan, baik bank maupun non-bank, akan mengorkestrasi dukungan, terutama dalam hal pembiayaan dan pendampingan.

"Peran OJK difokuskan pada dua hal utama, yakni peningkatan literasi keuangan serta perluasan akses pembiayaan," terangnya.

Langkah teknis penguatan ekonomi tersebut akan diformulasikan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), sebagai payung kolaborasi antara OJK dan pemerintah daerah.

Selain sektor pisang Cavendish, produk kopi Bondowoso juga disebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan dengan nilai tambah yang lebih adil.

Tak hanya pada sektor pertanian, OJK juga mendorong literasi inklusi keuangan sejak dini melalui program Kejar (Rekening Simpanan Pelajar). Mufid berharap setiap pelajar di Bondowoso dapat memiliki rekening, sekaligus membangun mindset menabung dan jiwa kewirausahaan sejak dini.

“Bukan sekadar punya rekening, tapi bagaimana membentuk pola pikir bahwa menabung adalah bagian dari persiapan masa depan dan membangun mental pebisnis,” tegasnya.

Dengan strategi ini, OJK optimistis potensi unggulan Bondowoso bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi daerah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dukungan dari Dinas Pendidikan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Haeriyah Yuliati mengungkap jika program Kejar sudah dilaksanakan sejak tahun 2019 lalu. 

"Itu sudah program lama yang dicanangkan tahun 2019 dan sudah berjalan sampai sekarang," ujarnya, saat dikonfirmasi pada Jumat (26/9/2025) di ruang kerjanya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, kata Haeriyah, selama ini telah berperan aktif dalam mendukung program Kejar OJK, dengan memfasilitasi kerja sama antara satuan pendidikan di Bondowoso dengan OJK dan lembaga keuangan.

Selain itu, lanjut mantan Pj Sekda ini, Dinas Pendidikan mendorong sekolah-sekolah lain, terutama madrasah, untuk ikut serta dalam program literasi dan inklusi keuangan yang diinisiasi oleh OJK.

"Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga keuangan, Dinas Pendidikan berperan dalam menciptakan ekosistem yang mendukung terwujudnya masyarakat Bondowoso yang melek finansial," tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow