Bulog Jatim Targetkan Serapan Gabah Petani 883.000 Ton pada 2026

Target tersebut merupakan bagian dari program nasional penyerapan gabah sebesar 4 juta ton yang dicanangkan pemerintah.

28 Feb 2026 - 16:00
Bulog Jatim Targetkan Serapan Gabah Petani 883.000 Ton pada 2026
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, saat turun langsung ke hamparan sawah di Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP – Perum Bulog menegaskan komitmennya dalam menyerap gabah petani di Jawa Timur dengan target 883.000 ton sepanjang tahun 2026. Target tersebut merupakan bagian dari program nasional penyerapan gabah sebesar 4 juta ton yang dicanangkan pemerintah.

Target serapan gabah tersebut disampaikan langsung Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, saat turun langsung ke hamparan sawah di Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Kamis (26/2/2026) kemarin. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penyerapan gabah berjalan optimal di awal musim panen.

“Hari ini kami memastikan panen padi di wilayah Bulog Cabang Mojokerto–Jombang yang sudah mulai memasuki musim panen. Kami ingin memastikan penyerapan Bulog berjalan maksimal,” ujar Langgeng dalam pesan diterima suarajatimpost.com, Sabtu (28/2/2026). 

Hingga Rabu (25/2/2026), realisasi penyerapan gabah di Jawa Timur telah mencapai sekitar 178.000 ton atau 20 persen dari target tahunan. Capaian ini dinilai menggembirakan mengingat masih berada di awal tahun.

“Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, realisasi Januari dan Februari tahun ini jauh lebih tinggi. Ini menunjukkan tren positif,” kata Langgeng.

Menurutnya, optimalisasi penyerapan gabah tidak hanya bertujuan memenuhi target, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sejalan dengan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

“Harapan kami tentu sesuai program pemerintah dan arahan Presiden untuk swasembada pangan. Minimal, kita memastikan ketahanan pangan untuk wilayah NKRI tetap terjaga,” tegasnya.

Di sisi lain, Bulog juga bersiap menghadapi penyaluran bantuan pangan pada Februari dan Maret 2026. Volume bantuan tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga ketersediaan stok menjadi prioritas utama.

Terkait kendala cuaca, sejumlah wilayah di Jawa Timur sempat terdampak banjir, seperti di Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, dan sebagian Lamongan. Namun, dampaknya terhadap produksi dinilai tidak terlalu signifikan.

“Memang ada beberapa hektare yang puso, tetapi tidak signifikan. Kami terus berkomunikasi dengan dinas pertanian setempat untuk memantau kondisi di lapangan,” jelas Langgeng.

Berdasarkan informasi BMKG, puncak curah hujan diprediksi terjadi pada Februari. Bulog berharap kondisi cuaca mulai membaik pada Maret sehingga mendukung kelancaran panen dan menjaga kualitas gabah.

Langgeng menambahkan, capaian penyerapan tidak terlepas dari sinergi dengan TNI, penyuluh pertanian, dan dinas pertanian di daerah. Dari sisi pendanaan, Bulog memastikan tidak ada kendala dan menjamin ketersediaan dana untuk membayar hasil panen petani secara tepat waktu.

Dengan puncak panen yang diperkirakan terjadi pada Maret hingga Mei, Bulog optimistis target serapan tahun ini dapat tercapai sekaligus memperkuat stok beras nasional di tengah tantangan cuaca yang masih fluktuatif. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow