Numpuk di Percetakan, Lulusan PCU Ini Ubah Limbah Kertas Jadi Media Healing Lewat “Paper Pulse”

Limbah kertas percetakan di Surabaya diolah Evelyn Widiana menjadi Paper Pulse, kit melukis tekstur yang menghadirkan seni, relaksasi, sekaligus pesan kepedulian lingkungan.

16 Sep 2025 - 21:17
Numpuk di Percetakan, Lulusan PCU Ini Ubah Limbah Kertas Jadi Media Healing Lewat “Paper Pulse”
Evelyn Widiana memperagakan penggunaan Paper Pulse (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Bagi mahasiswa, terutama bagi yang sedang mengerjakan skripsi, mungkin sudah biasa melihat tumpukan sisa kertas seperti lembaran HVS yang kerap terbuang percuma di tempat percetakan. Meski terlihat biasa, ternyata kertas merupakan salah satu limbah yang memiliki volume yang cukup besar. 

Berangkat dari permasalahan tersebut, seorang wisudawati Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra, Evelyn Widiana berhasil mengolah limbah kertas menjadi karya seni yang sekaligus membawa pesan lingkungan.

Mahasiswi angkatan 2021 itu merancang Textured Painting Kit yang diberi nama Paper Pulse. Lewat produk ini, Evelyn ingin menunjukkan bahwa sampah kertas bukan sekadar limbah, tetapi bisa berubah menjadi media ekspresi seni sekaligus sarana relaksasi.

"Penggunaan kertas sudah sangat umum. Kalau tidak dipilah dengan benar, bisa berdampak buruk bagi lingkungan. Dengan Paper Pulse, saya ingin orang lebih sadar bahwa kertas bekas bisa bermanfaat lagi," kata Evelyn, Selasa (16/9/2025).

Kit karyanya berisi kanvas berukuran 15x15 cm atau 15x20 cm, cat akrilik, lem putih, pinset, stik es krim, hingga potongan kertas bekas. Ada enam desain berbeda yang digambar langsung oleh Evelyn. 

"Target dari produk ini adalah pengguna berusia 17–30 tahun dapat mencoba seni melukis tekstur sebagai aktivitas healing sederhana dari rumah," jelas Evelyn.

Menurutnya, melukis punya kekuatan menenangkan pikiran, sejalan dengan mottonya, “mind holds power.” Nama Paper Pulse sendiri dipilih untuk merepresentasikan bahan utama berupa kertas (paper) dan denyut nadi (pulse) sebagai simbol ketenangan.

Meski kertas yang ia gunakan sebagai salah satu bahan dalam kit Paper Pulse menggunakan berbagai jenis kertas, Evelyn mengaku sebagian besar bahan kertas ia dapat dari percetakan di Surabaya. 

"Jenis kertas yang saya gunakan biasanya HVS atau art paper. Kalau art paper agak sulit diolah, jadi lebih mudah pakai HVS," jelasnya.

Melalui inovasi tersebut, Evelyn berharap masyarakat lebih peduli dalam mengelola sampah kertas yang sering diabaikan. 

"Harapannya, orang tidak langsung membuang kertas. Sebelum jadi sampah, bisa dimanfaatkan kembali. Minimal, kit ini bisa menginspirasi orang lebih aware terhadap lingkungan," ujarnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow