Perjuangan 50 Tahun, Nenek Penjual Bubur di Kediri Akhirnya Berangkat Haji

Marsiyah (105), nenek penjual bubur asal Kediri, akhirnya berangkat haji setelah menabung selama 50 tahun. Kisahnya menjadi inspirasi tentang ketekunan dan kesabaran.

27 Apr 2026 - 13:42
Perjuangan 50 Tahun, Nenek Penjual Bubur di Kediri Akhirnya Berangkat Haji
Marsiyah (105), penjual bubur asal Kediri, berangkat haji setelah menabung selama 50 tahun dari hasil usahanya. (Foto: Beritasatu.com)

KEDIRI, SJP - Tekad dan kesabaran panjang mengantarkan Marsiyah (105), warga Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, untuk mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Jemaah calon haji tertua asal Kediri ini diketahui menabung selama sekitar 50 tahun dari hasil berjualan bubur.

Sejak usia muda, Marsiyah telah berjualan bubur sumsum di pasar. Memasuki masa tua, ia tetap berjualan bubur di depan rumahnya. Dari usaha sederhana tersebut, ia menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung sedikit demi sedikit.

"Saya berjualan bubur sumsum di pasar saat muda, dan setelah tua saya jualan bubur di depan rumah. Hasil berjualan bubur, sebagian untuk menghidupi anak-anak saya, dan sisanya saya tabung dalam kaleng. Kadang setiap hari menabung Rp 500 sampai Rp 1.000," kata Marsiyah, saat ditemui di rumahnya, Senin (27/4/2026).

Tabungan tersebut disimpan dalam sebuah kaleng yang diletakkan di bawah tempat tidurnya. Meski jumlah yang ditabung setiap hari tergolong kecil, konsistensi selama puluhan tahun akhirnya membuahkan hasil.

Menjelang keberangkatan, Marsiyah terus mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental. Ia rutin melakukan olahraga ringan dengan berjalan kaki di depan rumah untuk menjaga kondisi tubuh.

Selain itu, ia juga rajin menghafal doa-doa yang dibimbing langsung oleh putrinya, Muidah, yang akan mendampinginya selama menjalankan ibadah haji.

Perjalanan menuju Tanah Suci tidak sepenuhnya berjalan mulus. Marsiyah sempat dinyatakan tidak lolos dalam pemeriksaan kesehatan. Namun, berkat tekad kuat dan dukungan keluarga, kondisinya membaik hingga akhirnya dinyatakan layak berangkat.

"Ibu mempunyai tekad untuk berangkat ke tanah suci sejak muda. Sempat dinyatakan tidak lolos kesehatan ketika menjalani pemeriksaan di puskesmas. Kita dan keluarga yang lain tidak patah semangat, dan terus memberikan makanan dan vitamin, sehingga ibu dinyatakan lolos kesehatan dan dapat berangkat ke tanah suci," jelas Muidah.

Marsiyah diketahui mendaftarkan diri ke kantor Kementerian Haji Kabupaten Kediri pada 2021 dan mendapatkan prioritas keberangkatan melalui program lanjut usia (lansia). Sesuai rencana, ia akan berangkat ke Tanah Suci pada 20 Mei mendatang dan tergabung dalam kloter 112.

Kisah Marsiyah menjadi bukti bahwa ketekunan dan kesabaran mampu mewujudkan impian, meski harus ditempuh dalam waktu yang tidak singkat.

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow