Nelayan Hilang Harapan, Ratusan Warga Pesisir Gresik Beralih Profesi

Maraknya reklamasi dan pembangunan dermaga industri di pesisir Kabupaten Gresik berdampak buruk terhadap nasib para nelayan. Dampaknya, mereka terpaksa beralih profesi ke jasa antar ABK.

22 Jul 2025 - 15:07
Nelayan Hilang Harapan, Ratusan Warga Pesisir Gresik Beralih Profesi
Suasana kampung Nelayan di pesisir timur Kabupaten Gresik. (Anis/SJP)

GRESIK, SJP—Ratusan nelayan di Kampung Pesisir Kabupaten Gresik beralih profesi ke jasa antar jemput anak buah kapal (ABK). Hal tersebut terpaksa dilakukan lantaran profesi nelayan sudah tidak menjanjikan. 

Hasil tangkapan ikan nelayan menyusut setiap tahun. Hal itu imbas reklamasi pembangunan dermaga industri yang kian mempersempit ruang gerak aktivitas nelayan dalam mencari ikan di laut. 

"Sekarang lebih memilih antar ABK. Jadi nelayan sudah tidak menjanjikan," kata salah satu nelayan yang sudah beralih profesi jasa antar ABK, Sukron, Selasa (22/7/2025).

Sukron mengatakan, sudah sekitar lima tahun terakhir mengakhiri profesi sebagai nelayan. Dia menyebut, hasil jasa antar jemput ABK lebih menjanjikan untuk mencarikan nafkah keluarganya.

Dia menyebut, di Bale Keling Desa Kroman, Kecamatan Gresik, dahulunya ada 100 lebih nelayan yang mengandalkan hasil tangkapan ikan sebagai sumber mencari nafkah.

Namun kini mereka hampir seluruhnya berhenti dan mulai beralih profesi ke jasa antar ABK. Jumlah nelayan yang beralih profesi itu belum ditambah di sejumlah lima Bale yang berderet di sepanjang pesisir timur Kabupaten Gresik. 

Adapun para ABK ini datang dari kapal-kapal muatan besar yang bersandar di dermaga perusahaan sepanjang pesisir.

Mereka jadi sumber tambahan penghasilan bagi warga nelayan hanya sekedar jasa antar makan, belanja, atau hanya menuju ke daratan. 

"Kalau jasanya mulai Rp20–Rp25 ribu per orang," jelasnya. 

Hal senada juga diungkapkan Sahid. Dia mengaku masih menjalankan kedua profesi untuk mencari nafkah. Ketika ramai datangnya ikan, dia menjadi nelayan. Namun ketika sepi, dia beralih ke jasa antar ABK atau jualan sayur dan buah ke kapal-kapal. 

"Per hari tidak menentu. Kadang tiga, dua penumpang. Terkadang cuma satu orang. Kalau pulang pergi kan lumayan, masih menjanjikan," pungkasnya. 

Diketahui sebelumnya, maraknya reklamasi dan pembangunan dermaga industri di pesisir Kabupaten Gresik berdampak buruk terhadap nasib para nelayan. Hasil tangkapan ikan mereka menyusut karena area tangkapan ikan semakin sempit. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow