Nasib 222 Jamaah Umrah Asal Gresik yang Tertahan di Saudi Akibat Konflik
Tercatat, sebanyak 222 jamaah saat ini masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal pemulangan secara bertahap.
GRESIK, SJP — Eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah berdampak pada jadwal kepulangan jamaah umrah asal Kabupaten Gresik.
Tercatat, sebanyak 222 jamaah saat ini masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal pemulangan secara bertahap.
Berdasarkan data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), proses pemulangan sebenarnya sudah mulai berjalan. Pada tanggal 7 Maret lalu, sebanyak 50 jamaah asal Gresik telah berhasil kembali ke tanah air.
Disusul kemudian sebanyak 30 jamaah lainnya yang juga telah dijadwalkan pulang dalam waktu dekat.
"Insya Allah dalam waktu dekat akan ada informasi pemulangan secara bertahap atau bergelombang. Artinya, sudah ada jadwal resmi untuk kepulangan mereka," kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gresik, Lulus, Kamis (12/3/2026).
Lulus menerangkan, meski sempat tertunda akibat situasi geopolitik di Timur Tengah, Kementerian Haji dan Umrah memastikan bahwa kondisi seluruh jamaah asal Gresik di Arab Saudi dalam keadaan aman.
Sebagian jamaah memang ada yang dijadwalkan menetap lebih lama dan baru akan kembali menjelang Hari Raya Idulfitri sesuai paket ibadah yang mereka ambil.
Pihaknya juga mengimbau, agar masyarakat yang berencana melaksanakan ibadah umrah dalam waktu dekat diminta untuk mempertimbangkan kembali jadwal keberangkatan mereka.
Langkah ini diambil semata-mata demi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jamaah selama di perjalanan maupun saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.
"Kami sifatnya menghimbau agar calon jamaah yang mau berangkat umrah dalam waktu dekat ini menunda keberangkatannya sampai kondisi di Timur Tengah benar-benar kondusif," jelasnya.
Terkait jumlah calon jamaah umroh yang tertunda akibat konflik geopolitik ini, pihaknya belum bisa merinci secara pasti karena pendaftaran dilakukan langsung melalui biro perjalanan tanpa kewajiban laporan harian ke kantor wilayah.
"Di kami, untuk umrah itu travel tidak ada laporan mendetail. Jadi, kami belum tahu pasti berapa yang akan berangkat, sehingga sifatnya saat ini adalah imbauan menyeluruh," tutupnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

