Mutasi Berjilid di Jombang Diklaim Sebagai Kunci Percepatan Visi Asta Cita
Klaim penyegaran organisasi bisa menjadi pembenaran untuk manuver politik jika prosesnya tidak transparan dan tidak didukung oleh data kinerja yang jelas dan terukur. Publik berhak memastikan bahwa puluhan pejabat yang diganti benar-benar didasarkan pada rapor merah kinerja, bukan sekadar kepentingan politis.
JOMBANG, SJP– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang kembali melakukan gelombang mutasi pejabat strategis sebagai upaya konsolidasi birokrasi di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi.
Mutasi tahap kedua yang dilaksanakan pada Jumat (7/11/2025) itu menyasar total 66 pejabat, mencakup eselon II, eselon III, dan eselon IV.
Kebijakan ini menjadi sorotan karena klaim mendasar yang dilontarkan oleh pucuk pimpinan daerah.
Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan bahwa langkah perombakan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan hasil dari evaluasi kinerja yang komprehensif.
Warsubi mengklaim penempatan pejabat baru telah melalui pertimbangan yang ketat dan profesional.
"Pertimbangan secara kompetensi, kualifikasi, semuanya. Kita lihat semua, kinerjanya, kompetensi, kualifikasinya, sehingga akan menentukan mutasi itu, siapa-siapa orangnya (personelnya)," ujar Warsubi, Rabu (12/11/2025).
Ia menambahkan, perombakan ini adalah langkah fundamental dalam rangka peningkatan kinerja organisasi dan penyegaran organisasi birokrasi daerah.
Warsubi secara spesifik mengaitkan kebijakan ini sebagai dukungan langsung terhadap upaya mencapai visi misi kepemimpinannya yang dikenal sebagai Asta Cita, yang berorientasi pada Jombang maju dan sejahtera untuk kita semua.
"Dalam rangka mencapai asta cita Bupati dan Wakil Bupati Jombang sesuai visi misi Jombang maju dan sejahtera untuk kita semua, makanya kita melakukan penyegaran," tegasnya.
Meskipun mutasi tahap kedua telah rampung, Pemkab Jombang mengindikasikan bahwa proses penataan ulang personel di lingkungan pemkab masih akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang, Anwar, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa penataan pejabat akan memakan waktu yang signifikan.
"Untuk saat ini, bulan November, perkiraannya proses akan berlangsung selama dua hingga tiga bulan ke depan," jelas Anwar dalam pesan tertulis kepada wartawan pada Sabtu (8/11/2025).
Anwar merinci, pelantikan pejabat yang dilaksanakan sebelumnya merupakan proses penggabungan dari dua mekanisme pengisian jabatan, yaitu melalui job fit atau penyesuaian jabatan, dan melalui seleksi terbuka (selter).
Integrasi kedua proses ini diyakini memperlancar penempatan SDM yang berkualitas.
"Pejabat yang dilantik hari ini berasal dari dua proses, yaitu job fit dan selter, sehingga kegiatannya digabung. Kami perkirakan dalam dua sampai tiga bulan ke depan semua akan berjalan lancar. Kualifikasi semua pejabat juga sudah lengkap," paparnya.
Lebih lanjut, Anwar mengungkapkan bahwa konsolidasi birokrasi belum berakhir. Mutasi tahap ketiga saat ini sedang dalam persiapan dan hanya tinggal menunggu instruksi dan keputusan lebih lanjut dari Bupati Jombang
"Keberlanjutan proses ini akan menjadi indikator penting seberapa cepat dan efektif visi Asta Cita dapat diimplementasikan melalui penempatan personel kunci," tutupnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

